<data:blog.pageName/> – <data:blog.title/> <data:blog.pageName/> – <data:blog.title/> <data:blog.title/>
Kamis, 23.10.2014
ASMAUL HUSNA
  1. AR RAHMAAN | AR RAHIIM
  2. AL MALIK | YANG MAHA RAJA
  3. AL QUDDUUS | YANG MAHA SUCI
  4. AS SALAAM | YANG MAHA SEJAHTERA
  5. AL MU’MIN | YANG MAHA TERPERCAYA
  6. AL MUHAIMIN | YANG MAHA MEMELIHARA
  7. AL AZIIZ | YANG MAHA PERKASA
  8. AL JABBAAR | YANG MAHA KUASA
  9. AL MUTAKABBIR | YANG MAHA MEGAH
  10. AL KHALIQ | AL BAARI' | AL MUSHAWWIR
  11. AL GHAFFAAR | YANG MAHA PENGAMPUN
  12. AL QAHHAAR | YANG MAHA MENUNDUKKAN
  13. AL WAHHAB | YANG MAHA PEMBERI
  14. AR RAZZAAQ | YANG MAHA PEMBERI REZEKI
  15. AL FATTAAH | YANG MAHA MEMBUKA
  16. AL ‘ALIIM | YANG MAHA MENGETAHUI
  17. AL QAABIDH | AL BAASITH
  18. AL KHAAFIDH | AR RAAFI’U
  19. AL MU’IZZU | AL MUDZILLU
  20. AS SAMII’U | YANG MAHA MENDENGAR
  21. AL BASHIIR | YANG MAHA MELIHAT
  22. AL HAKAM | YANG MAHA MENENTUKAN HUKUM
  23. AL ‘ADLU | YANG MAHA ADIL
  24. AL LATHIIF | YANG MAHA LEMBUT
  25. AL KHABIIR | YANG MAHA MENGETAHUI SEBENAR-BENARNYA
  26. AL HALIIM | YANG MAHA PENYANTUN
  27. AL ADZIIM | YANG MAHA AGUNG
  28. AL GHAFUUR | YANG MAHA PENGAMPUN
  29. ASY SYAKUUR | YANG MAHA PENERIMA SYUKUR
  30. AL ALIYY | YANG MAHA TINGGI
  31. AL KABIIR | YANG MAHA BESAR
  32. AL HAFIIDZ | YANG MAHA MENJAGA
  33. AL MUQIIT | YANG MAHA MEMELIHARA
  34. AL HASIIB | YANG MAHA MENCUKUPI
  35. AL JALIIL | YANG MAHA LUHUR
  36. AL KARIIM | YANG MAHA MULIA
  37. AR RAQIIB | YANG MAHA MENGAWASI
  38. AL MUJIIB | YANG MAHA MENGABULKAN
  39. AL WAASI’ | YANG MAHA LUAS
  40. AL HAKIIM | YANG MAHA BIJAKSANA
  41. AL WADUUD | YANG MAHA MENGASIHI
  42. AL MAJIID | YANG MAHA MULIA
  43. AL BAA’ITS | YANG MEMBANGKITKAN
  44. ASY SYAHIID | YANG MAHA MENYAKSIKAN
  45. AL HAQQ | YANG MAHA BENAR
  46. AL WAKIIL | YANG MAHA PEMELIHARA
  47. AL QAWIIY | AL MATIIN
  48. AL WALIY | YANG MAHA MELINDUNGI
  49. AL HAMIID | YANG MAHA TERPUJI
  50. AL MUHSHIY | YANG MAHA MENGETAHUI
  51. AL MUBDI’U | AL MU’IID
  52. AL MUHYI | AL MUMIID
  53. AL HAYY | YANG MAHA HIDUP
  54. AL QAYYUM | YANG MAHA BERDIRI SENDIRI
  55. AL WAAJID | YANG MAHA KAYA
  56. AL MAAJID | YANG MAHA MULIA
  57. AL WAAHID | YANG MAHA TUNGGAL
  58. AL AHAD | YANG MAHA ESA
  59. ASH SHAMAD | YANG MAHA DIBUTUHKAN
  60. AL QAADIR | AL MUQTADIR
  61. AL MUQADDIM | AL MUAKHKHIR
  62. AL AWWAL | AL AKHIR
  63. AL DZAAHIR | AL BAATHIN
  64. AL WAALIY | YANG MAHA PENGUASA
  65. AL MUTA'AALI | YANG MAHA TINGGI
  66. AL BARR | YANG MAHA DERMAWAN
  67. AT TAWWAAB | YANG MAHA PENERIMA TAUBAT
  68. AL MUNTAQIM | YANG MAHA PENYIKSA
  69. AL ‘AFUWW | YANG MAHA PEMAAF
  70. AR RAUUF | YANG MAHA PENGASIH
  71. MAALIK AL MULK | YANG MAHA BERDAULAT
  72. DZUL JALAALI WAL IKRAM
  73. AL MUQSITH | YANG MAHA ADIL
  74. AL JAAMI’ | YANG MAHA PENGHIMPUN
  75. AL GHANIYY | AL MUGHNIY
  76. AL MAANI’ | YANG MAHA PENCEGAH
  77. ADH DHAARR | AN NAAFI’
  78. AN NUUR | YANG MAHA PEMBERI CAHAYA
  79. AL HAADIY | YANG MAHA PEMBERI PETUNJUK
  80. AL BADI’ | YANG MAHA PENCIPTA PERTAMA
  81. AL BAAQIY | YANG MAHA KEKAL
  82. AL WARITS | YANG MAHA MEWARISI
  83. AR RASYIID | YANG MAHA PANDAI
  84. ASH SHABUUR | YANG MAHA PENYABAR
NIAT DAN KESUNGGUHAN PDF Print E-mail
Fiqhislam.com - Barangsiapa membaikkan niatnya, maka Allah akan menjadikan baik lahiriahnya. Sesungguhnya Allah memasukkan ke Surga-Nya oleh karena ketulusan niat dan hati yang saleh dari siapa saja yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Jika per kataan keluar dari hati maka ia akan berpengaruh dalam hati dan jika perkataan itu dari lidah, maka ia hanya sampai ditelinga.
 
Persiapan sebelum memulai perbuatan akan menyelamatkan dari penyesalan. Buah dari kelalaian adalah penyesalan dan buah dari pertimbangan adalah keselamatan. Pertimbangan adalah kecerdasan dan kewaspadaan.
 
Orang yang paling bijaksana adalah orang yang kesungguhannya dapat menguasai senda guraunya, pikirannya mengalahkan hawa nafsunya dan perbuatannya merupakan cermin nuraninya.
 
Jangan mencari cepatnya pekerjaan, tetapi carilah yang bagus karena orang tidak akan bertanya berapa lama dibuat, tetapi ia hanya bertanya tentang kualitasnya. Setiap perbuatan ada balasannya, maka takutlah akan akibatnya. Dan bahwa setiap perkara datangnya secara tiba-tiba maka hendaklah senantiasa dalam keadaan waspada.
 
Bergerak merupakan perjuangan besar untuk memperoleh nasib baik, dan kelambatan adalah penyia-nyiaan. Jangan bergantung kepada takdir karena itu merupakan komoditas orang bodoh. (Ali bin Abi Thalib r.a)
 
Apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, setanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu [22:Al Hajj:52]
 
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram. (*)Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik [13:Ar Ra’d:28~29]
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka [04:An Nisaa’:63]
 
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap [32:As Sajdah:16]
 
Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu [02:Al Baqarah:147]
 
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah [33:Al Ahzab:21]
 
Hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan diatas  bumi  dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik [25:Al Furqaan:63]
 
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. (*)Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali Neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan? [11:Huud:15~16]
 
Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan) [06:Al An’aam:160]
 
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan kami tentukan baginya Neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.  (*)Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik [17:Al Israa’:18~19]
 
Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugrahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri [08:Al Anfaal:53].
 
Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya amal bergantung pada niatnya dan masing-masing orang hanya memperoleh dari apa yang diniatkannya karena itu barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, berarti hijrahnya kepada Allah dan Rasul-nya dan bila hijrahnya kepada perkara duniawi maka ia memperolehnya [HR. Bukhari, Muslim]
 
Rasulullah Saw bersabda: Barangsiapa memperbaiki bathiniahnya niscaya Allah akan memperbaiki lahiriahnya [HR. Al Hakim]
 
Rasulullah Saw bersabda: Niat yang benar (tulus) bergantung di Arasy, apabila seorang hamba melaksanakan niatnya itu maka Arasy berguncang karenanya, lalu ia mendapat ampunan [HR. Al Khatib]
 
Rasulullah Saw bersabda: Ada empat perkara, barangsiapa didalam dirinya, terdapat ke-empat perkara  tersebut, niscaya Allah mengharamkan neraka baginya dan niscaya Dia memeliharanya dari setan, yaitu seseorang yang dapat menguasai dirinya ketika berkeinginan, ketika merasa takut, ketika berselera, ketika marah [HR. Al Hakim]
 
Rasulullah Saw bersabda: Siapa diantara kalian melihat ke mungkaran maka dia hendaklah mencegah kemungkaran itu dengan tangannya yaitu kuasanya. Jika tidak mampu hendaklah dicegah dengan lidahnya. Kemudian kalau tidak mampu juga hendaklah dicegah dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman [HR. Bukhari, Muslim]
 
Rasulullah Saw bersabda: Doa bermanfaat untuk melenyapkan musibah yang sedang menimpa dan untuk menolak musibah yang akan datang karena itu kalian hamba-hamba Allah, berdoalah! [HR. Al Hakim]
 
Rasulullah Saw bersabda: Janganlah  engkau  berdebat dengan   saudaramu dan jangan pula bergurau yang menyakitkannya, serta janganlah engkau menjanjikan kepadanya suatu janji lalu engkau mengingkarinya [HR. Tirmidzi]
 
Rasulullah Saw bersabda: Semoga Allah merahmati seorang hamba yang mengucapkan kebaikan lalu ia mendapatkan keuntungan, atau ia diam tidak mengatakan hal yang buruk lalu ia selamat [HR. Ibnu Mubarak]
 
Rasulullah Saw bersabda: Amalan seseorang tidak akan dapat menyelamatkan diri masing-masing. Seseorang bertanya: `Walaupun engkau wahai Rasulullah?`. Beliau menjawab: `Ya!, Walaupun aku tetapi Allah telah meliputi rahmat-Nya kepada-ku. Tetapi kalian berusahalah sungguh-sungguh!` [HR. Bukhari, Muslim]
 
Rasulullah Saw bersabda: Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapusnya, dan berakhlaklah terhadap manusia dengan akhlak yang baik [HR. Thabrani]
 
Rasulullah Saw bersabda: Gunakanlah lima perkara sebelum lima perkara lainnya: Hidupmu sebelum matimu, Sehatmu sebelum sakitmu, Senggangmu sebelum sibukmu, Mudamu sebelum tuamu, Kayamu sebelum miskinmu [HR. Baihaqi]
 
Rasulullah Saw bersabda: Perbaikilah urusan dunia kalian dan beramallah untuk akhirat kalian, seakan-akan kalian akan mati besok [HR. Ad Dailami]
 
Rasulullah Saw bersabda: Bersegeralah kalian mencari ilmu (agama), karena satu hadits yang dikemukakan oleh orang yang jujur merupakan hal yang lebih baik daripada dunia, emas serta perak yang ada didalamnya [HR. Ar Rafi’i]
 
Rasulullah Saw bersabda: Diriwayatkan oleh Imran bin Husain ra berkata: Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah! Apakah sudah diketahui  penghuni Surga dan penghuni Neraka?. Rasulullah Saw bersabda: `Ya`. Sahabat bertanya lagi: `Kalau begitu untuk apa amalan dilakukan?`. Rasulullah Saw menjawab: `Segala-galanya akan dipermudahkan mengikuti kepada untuk apakah ia dijadikan` [HR. Bukhari, Muslim]
 
Riuhnya permasalahan hidup, kegelisahan orang-orang disekitar dan pengaruh yang ditimbulkannya sangat potensial untuk menggoyahkan , menguras kekuatan fisik dan mencabik-cabik ketenangan hati. Dalam suasana seperti itu, ketenangan hanya akan didapatkan dengan ber-dzikir kepada-Nya.
 
’(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram` (13:Ar Ra’d:28). Jika anda meyakini diri, anda diciptakan hanya untuk meraih hal-hal yang kecil, maka andapun hanya akan mendapatkan yang kecil-kecil saja dalam hidup ini. Dan sebaliknya jika anda meyakini, bahwa diri anda diciptakan untuk hal-hal yang besar, niscaya anda akan memiliki semangat dan tekad yang besar, yang akan mampu menghancurkan semua aral dan hambatan.
 
Dengan semangat itu anda dapat menembus setiap tembok yang menghalangi dan memasuki kehidupan yang sangat luas untuk suatu tujuan yang mulia.Jika anda terbiasa dengan berlari seratus meter, maka semangat yang ada pada diri anda adalah semangat seratus meter. Akan berbeda dengan orang yang biasa berlari untuk jarak empat ratus meter, karena mereka terbiasa dengan jarak yang lebih jauh maka semangat dan kekuatannya-pun berbeda dan hasil yang akan dicapai-pun akan berbeda. Dan pelari jarak seratus meter harus banyak berlatih untuk menjadi pelari jarak empat ratus meter. Begitulah, jiwa hanya akan memberikan kadar semangat  sesuai  dengan  kadar  atau   tingkatan   sesuatu yang akan dicapai seseorang.
 
Di dunia ini banyak orang kaya karena terlebih dahulu mereka bekerja keras dimasa mudanya. Tak perlu gelisah bila anda harus bersusah payah, tak usah takut dengan beban hidup, sebab mungkin saja beban hidup itu akan menjadi kekuatan bagimu dan akan menjadi sebuah kenikmatan pada suatu hari nanti. Jika anda hidup dengan semangat yang berkobar, akan lebih terhormat daripada harus hidup dengan perasaan yang dingin tanpa cinta, semangat yang layu dan jiwa yang lemah. Orang yang mengetahui apa dan bagaimana dunia, niscaya ia akan menghadapi setiap rintangan dan mempersiapkan diri menghadapi tabiat dunia yang kasar dan menghancurkan.
 
Sungguh pantas orang arif, cerdik serta waspada untuk tidak mudah menyerah pada kesengsaraan, kesusahan, kecemasan, kekecewaan dan kesedihan dalam hidupnya. Sebaliknya mereka harus melawan semua itu dengan seluruh kekuatan yang Allah karuniakan kepadanya. `Sebuah tekad mampu menghancurkan besi baja`, kekuatan seperti itu merupakan kekuatan yang berasal dari keyakinan, dan daya yang bersumber dari tauhid kepada-Nya. Allah sangat mencintai orang-orang mukmin yang kuat, yang mampu menantang musuh-musuhnya dengan kesabaran dan keuletan, selalu bersemangat, berjuang pantang menyerah. `Orangmukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada yang lemah, dan dalam setiap mereka ada kebaikan`(Al Hadits). (`Aidh Al-Qarni)
 
Jika seseorang bersungguh-sungguh dalam berniat,  maka ia akan merasakan nikmat amal itu sebelum ia melaksanakan niatnya dan jika ia ikhlas dalam melakukannnya, maka ia akan merasakan manisnya amal itu pada saat melaksanakannya. Amal-amal seperti itulah yang dibalasi dengan karunia-karunia dari sisi Allah. (Pustaka)
 
Kehidupan dunia adalah cermin terhadap kehidupan akhirat dan kita boleh memiliki apa saja di dunia ini sepanjang niat dan caranya benar. Dunia ini diamanahkan kepada kita, masalahnya bagaimana kita menyikapi kehidupan di dunia ini. Zuhud bukanlah miskin tetapi tidak mencintai keduniaan. Dan seseorang akan merasakan manfaat sesuatu jika kita sudah tidak memilikinya lagi maka berpuas dirilah dengan apa yang  telah kita miliki sekarang. (Pustaka)
 
Menangis adalah suatu ibadah karena identik dengan puncak perendahan diri (tawadlu) kepada-Nya. Jika engkau mati dalam keadaan bertaubat, niat yang baik dan amal yang bersih maka Allah memberikan manfaat bagimu dan menguasakan amal orang-orang yang pernah menganiayamu, karena kelak tak akan ada orang yang mampu menampakkan belas kasih kepada sesamanya kecuali belas kasih-Nya kepadamu, maka wajib bagimu mencintai-Nya di dunia untuk akhiratmu, jadikan kecintaan itu sesuatu yang paling penting bagimu, yang sesungguhnya merupakan keharusan bagimu dan akan menampakkan manfaat bagimu, kemudian setiap manusia menghendaki menjadi seperti dirimu. (Pustaka)
 
Yang pertama kali dilakukan oleh  orang yang ingin melakukan kebenaran adalah bertaubat untuk membersihkan niat, membesihkan hati dari dosa, kemudian meluas kepada seluruh anggota tubuhnya. Maka datanglah tangan belas kasih dan kenikmatan yang akan merubah kegelapan menjadi kegembiraan, siksa dengan kenikmatan, kebencian kepada kebahagiaan, ketakutan menjadi keamanan, jauh menjadi dekat dan kemiskinan menjadi kekayaan, karena taubat adalah pusat kekuasaan hati, yang menjadikan hati orang yang takwa kepada Allah berani menghadapi semua ujian atau cobaan. (Pustaka)
 
Ragu terhadap jaminan atau janji Allah adalah bukti ketipisan iman. Apabila bersungguh-sungguh untuk meraih apa yang telah dijanjikan Allah maka janji itu pasti akan sampai kepada hamba-Nya. Kelalaian terhadap kewajiban yang diamanatkan kepada hamba-Nya merupakan bukti kelalaian hati. Dan jangan  cepat bangga dengan suatu karunia yang belum diketahui buahnya, sebab yang diharapkan dari sekumpulan awan tidak sekedar hujan tetapi buah dari pohon-pohon yang disuburkan oleh air hujan. (Pustaka)
 
Copyright © 2007 - 2014  FIQHISLAM.com - design by webrockers.net