<data:blog.pageName/> – <data:blog.title/> <data:blog.pageName/> – <data:blog.title/> <data:blog.title/>

Prinsip Transaksi Syariah PDF Print E-mail

# Prinsip transaksi syariah: (1) persaudaraan, (2) keadilan, (3) kemaslahatan, (4) keseimbangan, dan (5) universalisme.

# Prinsip persaudaraan (ukhuwah): nilai universal yang menata interaksi sosial, harmonisasi kepentingan, saling menolong & memberi manfaat.

# Transaksi syariah menjunjung tinggi nilai kebersamaan dalam memperoleh manfaat (sharing economics).

# Dalam prinsip ukhuwah (persaudaraan), seseorang tidak boleh mendapat keuntungan di atas kerugian orang lain.

# Prinsip ukhuwah: saling mengenal (ta’aruf), memahami (tafahum), menolong (ta’awun), menjamin (takaful), bersinergi, beraliansi (tahaluf).

# Prinsip keadilan (‘adalah): tempatkan sesuatu pada tempatnya, berikan sesuatu pada yang berhak, perlakukan sesuatu sesuai posisinya.

# Implementasi keadilan dalam kegiatan usaha berupa aturan prinsip muamalah yang melarang adanya unsur riba, zalim, maysir, gharar, haram.

# (a) riba (unsur bunga dalam segala bentuk dan jenisnya, baik riba nasiah maupun fadhl).

# (b) zalim (unsur yang merugikan diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan).

# (c) maysir (unsur judi dan sikap spekulatif), (d) gharar (unsur ketidakjelasan).

# (e) haram (unsur haram baik dalam barang maupun jasa serta aktivitas operasional yang terkait).

# Esensi riba: tambahan pada pokok piutang yang dipersyaratkan dalam transaksi pinjaman serta derivasinya dan transaksi tidak tunai lainnya.

# Esensi riba: tambahan yang dipersyaratkan pada transaksi pertukaran antarbarang ribawi termasuk pertukaran uang (money exchange).

# Money Exchange ini yang sejenis secara tunai maupun tangguh dan yang tidak sejenis secara tidak tunai.

# Esensi kezaliman (dzulm) adalah menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, memberikan sesuatu tidak sesuai ukuran, kualitas dan temponya

# Esensi Kezaliman: mengambil sesuatu yang bukan haknya dan memperlakukan sesuatu tidak sesuai posisinya.

# Kezaliman dapat menimbulkan kemudaratan bagi masyarakat secara keseluruhan, bukan hanya sebagian.

# Kezaliman dapat membawa kemudaratan bagi salah satu pihak atau pihak-pihak yang melakukan transaksi.

# Esensi maysir: setiap transaksi yang bersifat spekulatif dan tidak berkaitan dengan produktivitas serta bersifat perjudian (gambling).

# Esensi gharar: transaksi mengandung unsur ketidakjelasan, manipulasi, eksploitasi informasi dan tidak adanya kepastian pelaksanaan akad.

# Sementara esensi haram adalah segala unsur yang dilarang secara tegas dalam Alquran dan As-sunnah.

# Haram ini dibagi menjadi dua, yakni (a) haram li-dzatih; (b) haram li-ghairih/’aridhi.

# Haram li-dzatih adalah haram yang terdapat dalam zat/perbuatan itu sendiri, contoh: minum khamr, makan bangkai, darah, dan lain-lain.

# Haram li-ghairih adalah perbuatan yang diharamkan selain karena zat-nya. Contoh: akad/transaksi yang dilarang.

# Prinsip Kemaslahatan (mashlahah): segala kebaikan & manfaat berdimensi duniawi & ukhrawi, material & spiritual, individual & kolektif.

# Kemaslahatan harus memenuhi dua unsur yakni kepatuhan syariah (halal) serta bermanfaat dan membawa kebaikan (thayyib) dalam semua aspek.

# Transaksi syariah yang bermaslahat harus memenuhi secara keseluruhan unsur-unsur yang menjadi tujuan ketetapan syariah (maqasid syariah).

# Maqashid Syariah: (a) akidah, keimanan dan ketakwaan, (b) intelek, (c) keturunan, (d) jiwa dan keselamatan, dan (e) harta benda.

# Prinsip Keseimbangan (tawazun): aspek material/spiritual, privat/publik, sektor keuangan/riil, bisnis/sosial, pemanfaatan/pelestarian.

# Transaksi syariah tidak hanya menekankan pada maksimalisasi keuntungan perusahaan semata untuk kepentingan pemilik (shareholder).

# Manfaat yang didapatkan tidak hanya fokus pada pemegang saham, tetapi pada semua pihak yang terkait dengan suatu kegiatan ekonomi.

# Prinsip universalisme (syumuliyah) esensinya dapat dilakukan oleh, dengan, dan untuk semua pihak yang berkepentingan (stakeholder).

# Universalisme tidak membedakan suku, agama, ras dan golongan, sesuai dengan semangat kerahmatan semesta (rahmatan lil alamin).

# Transaksi syariah terikat dengan nilai-nilai etis meliputi aktivitas sektor keuangan dan sektor riil yang dilakukan secara koheren.

# Koherensi dijalankan tanpa dikotomi sehingga keberadaan dan nilai uang merupakan cerminan aktivitas investasi dan perdagangan.

# Implementasi transaksi sesuai paradigma dan azas transaksi syariah tidak menganut prinsip nilai waktu dari uang (time value of money).

# Karena keuntungan yang didapat dalam kegiatan usaha terkait dengan risiko yang melekat pada kegiatan usaha tersebut.

# Hal ini sesuai dengan kaidah fikih al-ghunmu bil ghurmi (no gain without accompanying risk).

# Transaksi syariah dilakukan berdasarkan perjanjian yang jelas dan benar serta untuk keuntungan semua pihak tanpa merugikan pihak lain.

# Dalam transaksi syariah tidak diperkenankan menggunakan standar ganda harga untuk satu akad.

# Dalam transaksi syariah tidak menggunakan dua transaksi bersamaan yang berkaitan (ta’alluq) dalam satu akad.

# Syariah tidak membenarkan distorsi harga melalui rekayasa permintaan, maupun rekayasa penawaran serta tidak boleh ada unsur suap.

# Transaksi syariah dapat berupa aktivitas bisnis yang bersifat komersial maupun aktivitas sosial yang bersifat nonkomersial.

# Transaksi komersial dilakukan bisa dengan investasi bagi hasil; jual beli barang; atau pemberian layanan jasa untuk mendapatkan imbalan.

# Transaksi nonkomersial bisa dengan pemberian pinjaman; penghimpunan & penyaluran dana sosial: zakat, infak, sedekah, wakaf dan hibah.

esharianomics.com

foto typepad.com