FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Tauhid, Pohon Kehidupan Manusia
DUNIA ISLAM
Islam di Swedia Bagian yang tak Terpisahkan
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Hakikat Masjid
31 Oktober 2014
Hakikat Masjid
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Jejaring Setan
31 Oktober 2014
Jejaring Setan
DUNIA ISLAM
Al Aqsha Kembali Dibuka
31 Oktober 2014
Al Aqsha Kembali Dibuka
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Enam Cara Menahan Amarah
31 Oktober 2014
Enam Cara Menahan Amarah
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Pilih Amal Baik atau Amal Banyak
NABI MUHAMMAD SAW
Bolehnya Nabi Menikah Lebih dari Empat
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Tujuh Syarat Wanita Halal Bekerja di Luar Rumah
ARTIKEL ISLAMI
Jika Terjadi Khilaf dan Penebusnya
BERITA INTERNASIONAL
ISIS ‘Tebar Pesona’ di Lebanon
BERITA INTERNASIONAL
20 Jihadis ISIS asal China Bertempur di Kirkuk
DUNIA ISLAM
Arab Saudi: Al-Aqsha dalam Bahaya
DUNIA ISLAM
Konspirasi Menghapus Al-Aqsha, Kenapa?
BERITA INTERNASIONAL
Blackwater: Tentara Bayaran Amerika yang Haus Darah
BERITA INTERNASIONAL
Israel Makin Rakus Caplok Jerusalem Timur
BERITA INTERNASIONAL
Mahmoud Abbas sanjung Swedia
BERITA INTERNASIONAL
Putin Serukan Pembentukan Tatanan Dunia Baru
ISLAM INDONESIA
MUI Keluarkan Fatwa Sesat untuk Guru Toriqoh Cabul
POPULER
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Padang Mahsyar, Bumi Lain di Akhir Zaman
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
40 Hari Setelah Orang Meninggal
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Mengapa Kematian Dirahasiakan oleh Allah
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Rahasia Pembuka Rezeki
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Mereka yang Cinta Dunia
ARTIKEL ISLAMI
Napas Waktu Subuh
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Ciri-ciri Ahli Syukur
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Antara Ikhlas dan Mengharap Surga
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Ingatlah, Perbuatan Kita di Dunia Akan Dihisab
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Muharram (Suro), Bulan Yang Mulia
NABI MUHAMMAD SAW
Kelakar Rasulullah Saw
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Indahnya Karunia Allah didalam Menikah
Pertolongan Pertama Ketika Tubuh Bayi Kemasukan Benda Asing Print E-mail

http://1.bp.blogspot.com/_06Pd6L8hfl4/S07yXNTk-DI/AAAAAAAAAdQ/Ccz8OnmLC3I/s320/azka+nangis.JPGAnda harus waspada telinga si kecil kemasukan benda asing jika anak mengeluhkan rasa sakit pada telinganya, pendengaran si kecil terganggu, si kecil merasa ada sesuatu di dalam telinganya, serta keluarnya cairan dari dalam telinga.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan jika telinga si kecil kemasukan benda asing adalah melihat seberapa jauh benda tersebut masuk ke dalam liang telinganya. Bagaimana caranya?

  1. Cegah si kecil menggunakan jemarinya atau alat bantu yang lain untuk mengorek liang telinganya (walaupun dengan maksud untuk mengeluarkan benda asing tersebut). Karena tindakan ini justru dapat menyebabkan telinga menjadi luka/ bengkak, berujung pada semakin sulitnya mengeluarkan benda asing dari dalam telinga.
  2. Cegah si kecil agar tidak menggaruk bagian dalam telinga yang terasa gatal. Tindakan tersebut akan membawa benda asing tersebut masuk lebih jauh ke dalam telinga.
  3. Miringkan kepalanya ke sisi yang berlawanan dari telinga yang kemasukkan benda asing. Periksalah posisi benda yang masuk ke dalam telinganya.

Jika benda asing tersebut tidak masuk terlalu dalam, Anda akan dapat melihat jenis dan posisi benda tersebut di dalam lubang telinganya.

Jika yang benda asing tersebut adalah benda padat, contohnya penghapus kecil atau kacang, dan letaknya masih dekat dengan lubang telinga luar, Anda dapat mencoba mengeluarkannya dengan menggunakan pinset berujung tumpul. Caranya:

  1. Rendam terlebih dahulu pinset di dalam larutan alkohol 70%.
  2. Posisikan telinga si kecil dalam penerangan yang lebih terang.
  3. Jepit benda yang masuk ke dalam telinga dengan hati-hati.
  4. Jika Anda merasa kurang yakin dengan kemampuan Anda, lebih baik segera bawa si kecil ke dokter THT untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika yang masuk ke telinga adalah benda yang mengandung senyawa kimia, seperti kapur segeralah mengeluarkannya. Terlebih lagi jika yang masuk ke dalam telinga adalah benda-benda organik, seperti kacang-kacangan, karena dapat bertambah besar.

Jika benda asing yang masuk ke dalam telinga adalah serangga yang masih hidup, segeralah matikan. Serangga yang masih hidup dan menjadi panik akan menggigit, sehingga mengakibatkan si kecil kesakitan dan ikut panik. Caranya:

  1. Miringkanlah kepala si kecil sedemikian rupa sehingga telinga yang bermasalah berada di bagian atas.
  2. Teteskan minyak kelapa atau dengan baby oil.
  3. Tutup lubang telinga dengan ujung jari selama beberapa saat. Diharapkan agar serangga tersebut dapat mati karena kehabisan oksigen.
  4. Setelah dirasakan si serangga tidak bergerak lagi, periksalah permukaan cairan yang diteteskan, apakah serangga terlihat mengapung. Jika serangga tersebut terlihat, serangga dapat diambil dengan menggunakan pinset berujung tumpul. Jika serangga tidak terapung, miringkan kepala si kecil ke arah yang berlawanan, tampung cairan yang keluar untuk memastikan serangga ikut keluar.

Tak hanya pada telinga si kecil. Kecelakaan bisa saja datang mendadak. Apa yang harus kita lakukan?

Si kecil menelan koin? Jangan panik, Pak, Bu. Ketenangan orang tua diperlukan untuk bisa memberikan pertolongan pertama pada buah hati.

Yang perlu diketahui, anak-anak di bawah lima tahun mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Ia ingin bereksperimen. Celakanya, ia belum tahu apa bahayanya. Terkadang anak suka sekali bermain dengan benda-benda kecil dan tanpa disadari ia mencoba memasukkan benda tersebut. Entah ke mulut, lubang hidung, telinga dan lain-lain.

Jadi, apa yang harus kita lakukan? Simak saja penuturan dr. Rudy Firmansjah B. Rifai, dari RSAB Harapan Kita.

* Benda Masuk Hidung

Anak bisa kemasukan suatu benda ke dalam hidung karena ulahnya sendiri, bisa juga oleh kakak atau temannya yang memasukkan benda tersebut. Bisa jadi hal tersebut lolos dari pengamatan orang tua dan baru ketahuan setelah 2-3 hari. "Karena takut dan merasa bersalah, anak tak mau bilang apa yang dilakukannya," ujar Lulusan FKUI ini.

Ujung-ujungnya orang tua baru menyadari setelah timbul gejala, seperti keluar cairan yang berdarah, atau lendir seperti pilek dan berbau busuk dari lubang hidung, hidung tampak merah dan bengkak, dan napas anak berbau dan busuk. Bau ini mungkin karena infeksi atau benda yang masuk itu, misalnya kacang tanah, jadi membusuk.

Bila ketahuan anak memasukkan benda kecil seperti biji-bijian, orang tua tidak perlu panik. Bila bendanya masuk terlalu dalam dan sulit dikeluarkan, jangan sembarang menggunakan alat karena bisa timbul luka. Usahakan anak agar tetap bisa bernapas lewat mulut dan segera bawa ke dokter.

Bila benda yang masuk tidak terlalu dalam dan masih bisa terlihat, bisa diambil dengan sebatang kawat berujung tumpul yang dibengkokkan seperti kail. Secara perlahan kail tersebut dimasukkan ke dalam hidung kemudian tarik biji tersebut pelan-pelan keluar. Bisa juga dengan menggunakan pinset. Jika tidak berhasil, segera bawa ke dokter.

Jika benda dapat dikeluarkan dengan mudah tentunya tidak akan menimbulkan akibat lebih jauh. Tapi bisa menjadi gawat jika benda terisap masuk ke paru-paru, jalan napas akan tersumbat dan terjadi sesak napas, tersedak atau suara sengau.

* Benda Masuk Telinga

Anak bisa saja memasukkan benda asing ke dalam telinga, seperti manik-manik. "Untuk mengeluarkannya bisa dilakukan dengan korek kuping dengan ujung yang seperti kail. Bila bendanya lunak seperti kacang tanah atau bahan makanan, bisa diteteskan dengan H2O2 (peroksida), supaya bendanya menjadi hancur dan mudah dikeluarkan dengancutton bud . Obat ini bisa dibeli di apotik," jelas Rudy.

Ia juga menganjurkan, jangan memiringkan kepala anak lalu menepuk-nepuk telinga sebelahnya dengan harapan benda asing tadi keluar. "Cara ini justru bisa membuat gendang telinga cedera."

Jika yang terjadi telinga anak kemasukan serangga seperti nyamuk atau lalat, teteskanlah minyak atau cutton bud yang diberi minyak, masukkan ke dalam telinga anak. Minyak ini sebagai pelicin dan serangga dapat dengan mudah dikeluarkan. Bisa juga dilakukan dengan meneteskan H2O2 ke dalam lubang telinga. Diamkan beberapa saat dan usai itu, koreklah kuping secara hati-hati.

Segera konsultasi dengan dokter bila anak mengeluh nyeri pada telinganya. Bisa jadi sudah terjadi infeksi.

* Benda Masuk Tenggorokan

Kemasukan benda ke dalam mulut bisa menyumbat jalan napas anak. "Karena letak jalan makan dan jalan napas (kerongkongan dan tenggorokan) berdekatan. Bila terjadi benda tertelan dan masuk jalan makan sehingga jalan napas jadi tertekan," ujar Rudy.

Jika terjadi benda masuk ke dalam tenggorokan, masukkan jari Anda ke dinding belakang tenggorokan. Usahakan untuk mencungkil benda tersebut agar keluar. "Atau pukul tengkuk keras-keras agar benda bisa keluar. Biasanya benda yang menyumbat tadi akan terlempar keluar dengan cara ini," jelas Rudy.

Cara lain dapat dilakukan adalah dengan memeluk anak dari arah belakang. Kepalkan tangan Anda di bawah ujung tulang dada dan telapak tangan yang lain di atasnya. Bengkokkan punggung anak ke depan dengan posisi kepala menggantung. Tekan dan dorong perut anak kuat-kuat dan menyentak yang cepat dengan arah menyerong 45 derajat. Gunakan kepalan tangan tapi jangan sampai menekan tulang iganya.

* Benda masuk Kulit

Jika tiba-tiba anak berjalan terpincang-pincang, mungkin terkena serpihan sesuatu yang masuk ke dalam kulitnya. Bisa serpihan kayu, logam, kaca, duri atau bulu binatang yang bisa menancap di kulit. Bila serpihan yang masuk menyebabkan luka yang dalam, terutama jika darahnya sedikit, dapat menyebabkan infeksi tetanus.

Lakukan pertolongan pertama dengan bertanya pada anak, benda apa yang terbenam di kulitnya. Bila serpihan itu bukan kaca dan ujungnya menancap, keluarkan dengan pinset.

Panaskan pinset dengan api. Dinginkan dulu sebelum digunakan. Alihkan perhatiannya saat serpihan tersebut dikeluarkan, agar mengurangi rasa sakit. Bisa juga dikeluarkan dengan ujung peniti, bila letaknya di bawah kulit. Olesi betadine, lalu lukai kulitnya sedikit, atau digesek dengan ujung peniti. Kemudian keluarkan atau cabut serpihan benda tersebut. Setelah itu bersihkan dengan antiseptik. Sebaiknya jangan dibalut dengan plester. Bila yang masuk ke dalam kulit itu serpihan kaca sehingga dagingnya terluka, maka perlu segera bantuan tenaga medis.

* Benda Tertelan

Biasanya benda yang tertelan ini bentuknya bulat. Tak terlalu bahaya karena akan keluar bersama kotoran. Tapi menjadi bahaya bila benda yang tertelan itu tajam, misalnya duri ikan. Jangan diberi obat pencahar, karena dapat membahayakan usus. Sebaiknya diberi makanan padat seperti bulatan nasi, kentang, singkong atau roti. Bisa juga dengan memberi minum air dalam jumlah banyak.

* Benda Masuk Mata

Bila mata anak kemasukan benda asing, misalnya debu, mata akan berair dan berwarna merah. Terasa gatal dan sakit. Anda bisa memintanya untuk mengedipkan mata, mungkin benda tersebut akan keluar dengan sendirinya bersama air mata, ketika ia menangis. Atau bisa juga menggunakan obat tetes mata.

Bila benda asing yang masuk tadi terlihat bergerak bebas, bisa dibersihkan dengan saputangan yang bersih. Mintalah anak melihat ke atas dan kelopak matanya ditarik ke bawah untuk melihat bendanya. Lalu bersihkan dengan kapas atau ujung saputangan bersih. Jika benda sudah keluar tapi anak masih merasa nyeri setelah satu dua jam, anak perlu berobat ke dokter.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah tuangkan air dalam baskom. Lalu celupkan mata anak ke dalamnya. Mungkin bendanya bisa keluar. Tapi ingat, jangan melakukan apa pun jika benda tertancap di dalam mata. Tutup mata dengan kasa atau sapu tangan bersih lalu diplester dan segera bawa ke rumah sakit terdekat. (fn/is/tn/suaramedia.com)