FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
DUNIA ISLAM
Muslim Malawi Tolak UU Pembatasan Anak
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
12 Orang yan Didoakan Malaikat
ARTIKEL ISLAMI
Pohon Apel dan Seorang Anak Kecil
BERITA INTERNASIONAL
Chuck Hagel jadi Bahan Olok-olokan Militan ISIS
ISLAM INDONESIA
Muslim Korea Butuh Ulama Indonesia
BERITA INTERNASIONAL
Mantan Direktur Mossad Cemas dengan Masa Depan Zionis
BERITA INTERNASIONAL
Nigeria: Dua Remaja Perempuan Meledakan Diri di Pasar
ISLAM INDONESIA
Ini Jawaban Menag Soal Materi Khutbah Diatur
DUNIA ISLAM
Militer Bulgaria Serbu Masjid
BERITA INTERNASIONAL
Mantan Presiden Perancis Desak Negaranya Akui Palestina
BERITA INTERNASIONAL
Dukung Ikhwanul Muslimin, 78 Remaja Mesir Dipenjara
BERITA INTERNASIONAL
Komando NATO Sebut Pasukan Rusia Masih di Ukraina Timur
DUNIA ISLAM
Soal Kerusuhan Ferguson, Ini Sikap Muslim AS
ISLAM INDONESIA
MUI Dukung Penerapan Hukuman Mati untuk Koruptor
BERITA INTERNASIONAL
Merasa Terancam, Inggris Siapkan UU Antiterorisme
BERITA INTERNASIONAL
Usai Digempur Pasukan Koalisi, ISIS Masih Bisa Bom Baghdad
BERITA INTERNASIONAL
Israel Tegaskan Negara Yahudi
POPULER
BERITA INTERNASIONAL
ISIS ‘Tebar Pesona’ di Lebanon
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Jejaring Setan
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Tauhid, Pohon Kehidupan Manusia
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Rahasia Doa Mengatasi Hutang
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Pilih Amal Baik atau Amal Banyak
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Enam Cara Menahan Amarah
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
15 Sifat Manusia dalam Al Quran
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Hakikat Masjid
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Pengucapan Shodaqollohul’azim, Bid’ah?
Hadits–Hadits Palsu (1) Print E-mail
ULUMUL HADITS

Hadits–Hadits Palsu (1)Fiqhislam.com - Sering kita mendengar para penceramah di mimbar-mimbar pengajian dan khutbah menyampaikan berbagai hadist  yang  dikutip dari buku-buku, sehingga menjadikan hadist – hadist tersebut populer di masyarakat. Namun, jika diteliti lebih lanjut, ternyata tidak semua isi hadist tersebut sahih dan bisa dijadikan rujukan. Begitu banyak hadist2 palsu yang bertebaran hingga jumlahnya mencapai ratusan ribu…

SEBAB-SEBAB MUNCULNYA HADIST PALSU

1. Perselisihan politik dalam soal khalifah

Partai-partai (golongan) semenjak kekhalifahan islam berupaya memperkuat posisinya dengan membuat hadis palsu. Yang paling banyak adalah partai Syi’ah dan Rafidhah. Golongan Syi’ah dan Rafidhah membuat hadis tmengenai kekhalifahan Ali, yaitu keutamaan Ali dan ahlul bait, serta membuat hadis yang mencela dan memburuk-burukan para sahabat, khususnya Abu Bakar dan ‘Umar.

Golongan Rafidhah kebanyakan terdiri dari orang Parsi. Mereka masuk Islam dengan jiwa keberhalaan. Menurut mereka, BOLEH BERDUSTA UNTUK KEBAIKAN.

Menurut Al Khalily (Abu Ya’la Al Khalid ibn Abdillah ibn Ahmad ibn Al Khalil Al Qaswany Al Khalily, seorang qadli/hakim Negara dan seorang penghafal hadis/huffadh hadits, wafat thn 446 H = 1054 M), mendapatkan bahwa para Rafidhah telah membuat hadis palsu sejumlah 300.000 hadis.

Contoh hadist berkaitan dengan politik :

Dari Golongan Syiah :

“Barang siapa ingin melihat kepada Adam ketinggian ilmunya, ingin melihat kepada Nuh tentang ketaqwaannya, ingin melihat kepada Ibrahim tentang kebaikan hatinya, ingin melihat kepada Musa tentang kehebatannya, ingin melihat kepaa Isa tentang ‘ibadahnya, maka hendaklah ia melihat kepada  Ali”

“Apabila kamu lihat Mu’awiyah atas mimbarku, bunuhlah dia”

Golongan yang tidak senang dengan hadis palsu tersebut, mengimbangi dengan hadis palsu juga:

“Tak ada sesuatu pohon dalam syurga, melainkan tertulis pada tiap-tiap daunnya : la ilaah ilallah, Muhammadur Rasulullah, Abu Bakar Ash Shiddieq, ‘Umar Al Faruq dan Ustman Dzunnuraini”

Golongan yang fanatik kepada dinasti Abbasiyah, juga membalasnya dengan hadist  palsu :

“Abbas itu orang yang memelihara (mengurus) wasiatku dan orang yang mengambil pusaka  daripadaku”

Ada satu golongan, meskipun mereka menyalahi ahlus Sunnah wal Jama’ah, namun tidak mau membuat hadis palsu untuk kepentingan memperkuat madzhabnya. Inilah golongan KHAWARIJ

Abu Daud berkata :”Tak ada didalam golongan para pengikut nafsu yang lebih benar perkataannya dan yang lebih sahih hadisnya selain dari golongan Khawarij”

Syaikhul Islam Al-Imam Ibnu Taimiyah mengatakan : “Mereka bukan sekali-kali orang yang bersengaja membuat hadis-hadis palsu. Mereka terkenal dengan benar. Lantaran itulah mereka dikatakan orang yang paling shahih hadisnya.”

2.  Zandaqah (Orang Zindiq)

Sewaktu Islam sudah berkembang semakin luas dan menghapuskan system kerajaan, kebangsawanan, maka muncullah dendam dari mereka yang kehilangan kebesarannya. Islam mengangkat kemuliaan pribadi manusia, memberi kemerdekaan dalam berfikir, tidak membedakan derajat orang fakir dengan bangsawan, sehingga berbondong-bondong masyarakat jelata ke dalam Islam. Keadaan ini menimbulkan dendam kesumat (zindiq) mereka yang tidak menyukai berkembang dan kejayaan Islam.

Mereka tidak sanggup merobohkan kedaulatan Islam yang sangat kokoh. Satu-satunya jalan adalah dengan mengeruhkan cara berfikir umat Islam dengan membuat hadis-hadis palsu sehingga berangsur-angsur merusak kepercayaan, akidah, amalan umat Islam dan terpecah belah dalam keyakinan .

Kaum zindiq menggunakan cara dengan membuat :

  1. Hadis TASYAYYU : Hadis yang membangkitkan fanatisme
  2. Hadis TASHAUWUF : Hadis yang membenci kepada dunia
  3. Hadis yang mengandung falsafah dan hikmah.

Tujuannya untuk meruntuhkan kecerdasan umat islam, merusak dan mencederai bangunan Islam.

Contoh-contoh hadist kaum Zindiq :

“Bahwasanya Allah di kala menjadikan huruf, bersujudlah ba, dan tegak berdirilah alif”

“Melihat (memandang) kepada muka yang indah, adalah ibadah”

“Buah terong itu, penawar segala penyakit”

Abdul Karim ibn Abil ‘Aujaa’ seorang zindiq sewaktu akan dihukum mati mengatakan bahwa dia telah membuat 4.000 hadis palsu dalam urusan halal dan haram.

3.  Ashabiyah

Ashabiyah adalah sikap fanatik/membangga-banggakan kepada kebangsaan, kekabilahan, kebahasaan dan keimanan. Dalam masa sekarang ini termasuk Ashabiyah adalah fanatik/membanggakan terhadap kelompok, golongan, ajaran, jamaah.

Orang yang fanatic dengan kebangsaan Parsi membuat hadis :

"Bahwasanya Allah apabila marah menurunkan wahyu dengan bahasa Arab dana apabila ridla menurunkan wahyu dalam bahasa Parsi”

Orang Arab yang bodoh-bodoh membalas dengan hadist : Bahwa Nabi SAW bersabda :

“Bahwasanya Allah apabila marah menurunkan wahyu dengan bahasa Parsi dana apabila ridla menurunkan wahyu dalam bahasa Arab”

Golongan yang fanatik kepada Abu Hanifah membalas hadist itu dan berkata bahwa Nabi SAW bersabda :

“Akan ada seorang lelaki dari umatku yang dinamai Abu Hanifah An Nu’man ibn Tsabit, dialah pelita umatku”

Golongan yang benci kepada Imam As Syafi’y berkata bahwa Nabi SAW bersabda :

“Akan ada diantara umatku seorang lelaki bernama Muhammad ibn Idris. Dia lebih memelaratkan umatku daripada syetan”

4. Untuk menarik minat para pendengar dengan kisah-kisah pengajaran dan hikayat-hikayat yang menarik

Hadis-hadis ini dibuat oleh pada qushshash (tukang cerita/dongeng). Mereka sangat berani membuat hadis-hadis palsu. Tujuannya adalah dapat menarik peminat untuk mendengar kisahnya, mendapatkan murid/pengikut, dapat membawa pendengar sampai bertangis-tangisan dsbnya. Karena itu mereka memalsukan rupa-rupa kisah dan hikayat yang katanya mereka terima atau didengar dari Nabi SAW.

Contoh hadis :

“Barangsiapa membaca la ilaaha ilallah, niscaya Allah menjadikan dari tiap-tiap kalimatnya seekor burung, paruhnya dari mas dan buahnya dari marjan”

Ibnu Qutaibah menerangkan ketika beliau membicarakan perihal ahli-ahli kisah sbb :

Dikala para Qushshash (pembawa risalah) menarik dan membangunkan minat serta perhatian umat dengan jalan membuat riwayat-riwayat palsu, timbul pula hadis maudlu’. Orang awam memang tertarik sekali hatinya kepada setiap yang menakjubkan, yang tidak dapat dipikir akal atau memilukan hatinya. Maka dikala menerangkan perihal syurga, mereka menerangkan bahwa :

bidadari itu cantiknya begini, indahnya begini, pinggangnya ramping ditempatkan Allah dalam maghligai yang diperbuat dari mutiara, intan baiduri. Pada tiap-tiap istana itu terdapat tujuh ratus anjung. Tiap-tiap anjung mempunyai tujuh ratus kubah”

5. Perselisihan faham dalam masalah figh dan masalah kalam

Timbulnya berbagai madzhab telah membangkitkan sikap fanatisme berlebihan. Para pengikut madzhad dan pengikut ulama kalam yang bodoh-bodoh membuat beberapa hadis palsu untuk menguatkan faham pendirian imamnya.

Mereka yang fanatik kepada madzhab Abu Hanifah membuat hadis:

“Barangsiapa mengangkat dua tangan di kala ruku’, tak adalah sembahyang baginya”

Mereka yang fanatik kepada madzhab Asy Syafi’y berkata bahwa Nabi SAW bersabda:

“Aku beriman kepada Jibril di sisi Ka’bah, maka ia menyaringkan Bismillahir Rahamanir Rahim”

Mereka yang fanatik kepada ulama-ulama Kalam membuat hadis:

“Barangsiapa mengatakan bahwa Al-Qur’an itu makhluk, maka  kufur lah (kafirlah) ia”

6. Pendapat yang membolehkan orang membuat hadis untuk kebaikan

Ada golongan yang berpendapat : Tidak ada salahnya kita membuat-buat hadist Nabi untuk menarik minat umat kepada ibadat. Mereka berpendapat bahwa berdusta untuk kebaikan, boleh. Lantaran itulah terdapat di hadapan kita sekarang banyak hadist-hadist yang menerangkan keutamaan surat-surat Al-Qur’an.

Hadis-hadis tersebut dibuat oleh Nuh ibn Abi Maryam. Ketika ditanya kepadanya, ia menjawab : “Saya temukan manusia telah berpaling dari membaca Al-Qur’an, maka saya membuat hadis-hadis ini  untuk menarik minat umat kepada Al-Qur’an itu kembali”. Diantara orang yang membuat hadis palsu lainnya adalah Ghulam Al Ghalil.

7. Mendekatkan diri kepada pembesar-pembesar negeri

Ghiyats ibn Ibrahim pada suatu hari masuk ke istana Al Mahdy yang sedang menyabung burung merpati, ia berkata Nabi SAW bersabda :

“Hanya dibolehkan kita bertaruh dalam pelemparan panah, dalam memperlombakan kuda dan dalam memperadukan burung yang bersayap”

Perkataan yang terakhir (au janahin) adalah tambahan dari Ghiyats.

GOLONGAN YANG MEMALSUKAN HADIS :

  1. Zanadiqah (orang-orang zindiq, menghancurkan Islam karena dendam dan dengki)
  2. Penganut Bid’ah
  3. Fanatik kepada partai
  4. Ta’ashub kepada kebangsaan, negeri dan keimaman
  5. Ta’ashub kepada Madzhab
  6. Para Qushshash (ahli riwayat dongeng)
  7. Ahli Tashauwuf Zuhhad yang keliru
  8. Orang yang mencari penghargaan pembesar negeri
  9. Orang yang ingin memegahkan dirinya dengan dapat meriwayatkan hadis-hadis yang tidak diperoleh orang lain.

ismailmusa.net

Sumber : Sejarah & Pengantar Ilmu Haditst – TM Hasbi Ash Shiddieqy