FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
BERITA NASIONAL
DPR Dukung Hamas Buka Kantor di Jakarta
BERITA INTERNASIONAL
Taliban Culik 15 Pejabat Afghanistan
BERITA INTERNASIONAL
AS Akan Pasok 3.000 Bom Pintar untuk Israel
BERITA INTERNASIONAL
Suriah dan Rusia Dukung Rencana Gencatan Senjata PBB
BERITA INTERNASIONAL
Analis: ISIS Jaga Aset-aset AS di Timur Tengah
BERITA INTERNASIONAL
Afrika Selatan Dukung Kemerdekaan Palestina
BERITA INTERNASIONAL
Alasan Parlemen Prancis Akui Negara Palestina
DUNIA ISLAM
Muslim Malawi Tolak UU Pembatasan Anak
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
12 Orang yan Didoakan Malaikat
ARTIKEL ISLAMI
Pohon Apel dan Seorang Anak Kecil
BERITA INTERNASIONAL
Chuck Hagel jadi Bahan Olok-olokan Militan ISIS
ISLAM INDONESIA
Muslim Korea Butuh Ulama Indonesia
BERITA INTERNASIONAL
Mantan Direktur Mossad Cemas dengan Masa Depan Zionis
BERITA INTERNASIONAL
Nigeria: Dua Remaja Perempuan Meledakan Diri di Pasar
ISLAM INDONESIA
Ini Jawaban Menag Soal Materi Khutbah Diatur
DUNIA ISLAM
Militer Bulgaria Serbu Masjid
POPULER
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Jejaring Setan
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Tauhid, Pohon Kehidupan Manusia
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Rahasia Doa Mengatasi Hutang
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Pilih Amal Baik atau Amal Banyak
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Enam Cara Menahan Amarah
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
15 Sifat Manusia dalam Al Quran
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Hakikat Masjid
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Pengucapan Shodaqollohul’azim, Bid’ah?
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Faidza Faraghta Fanshab
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Malu Kepada Allah
Taqarub kepada Allah dan Manusia Print E-mail
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH

Rasulullah SAW bersabda: Pada Hari Kiamat nanti Allah SWT akan menegur kita, ''Wahai anak cucu Adam, Aku sakit, mengapa engkau tak menjenguk-Ku?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah pun menjawabnya, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang sakit dan kamu tidak membesuknya.''

 

Dialog itu pun berlanjut. ''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta makan kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku makan?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu makan, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab lagi, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kelaparan dan kamu tidak memberinya makan.''

''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta minum kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku minum?'' Hamba bertanya lagi, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu minum, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kehausan dan kamu tidak memberinya minum.'' (HR Muslim)

Hadis ini sungguh mengesankan. Allah SWT mengajarkan pentingnya menjaga hablum minannas , hubungan horizontal antarmanusia. Islam menekankan keseimbangan, termasuk dalam ibadah yang selalu mengandung dua dimensi, yaitu vertikal (hablum minallah dan horizontal ( ablum minannas .

Mari kita perhatikan perintah shalat dalam Alquran. Perintah shalat hampir selalu dirangkai dengan perintah berzakat. ''Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk (QS Al-Baqarah [2]: 43). Kata ' amanu ' (beriman) juga selalu diikuti dengan perintah beramal shaleh, ' amilus sholihat '. Vertikal dan horizontal.

Surat Al-Ma'un (107: 1-3), lebih keras lagi. ''Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Yaitu, orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.'' Di sini, Allah SWT mengaitkan agama dengan aktivitas sosial.

Artinya, orang mukmin yang tidak peduli pada anak yatim dan fakir miskin, maka dia itu pengkhianat. Kategori orang mukmin sejati itu bukan saja terletak pada ketekunannya dalam ibadah, tetapi juga hubungan baiknya dengan manusia, bahkan dengan alam semesta; kita dilarang melakukan perusakan di bumi.

Jadi, Islam menolak pendekatan diri kepada Allah dengan cara menjauhkan diri dari kehidupan. Oleh karena itu, esoterisme itu tidak sepenuhnya didukung oleh Islam, demikian pula eksoterisme. Justru, sebagaimana hadis di awal, mendekatkan diri kepada sesama adalah media mendekatkan diri kepada Allah. Mari kita seimbangkan.

Redaksi - Reporter
Red: taqi / republika.co.id