FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Menggerakkan Telunjuk Waktu Tasyahud
EKONOMI, BISNIS DAN KEUANGAN SYARIAH
Islamisasi Ekonomi Akan Dorong Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh
BERITA INTERNASIONAL
Tuduh Qatar Danai ISIS, Jerman Minta Maaf
BERITA INTERNASIONAL
Teroris bantu AS hadapi Daulah Islam di Irak
BERITA INTERNASIONAL
PM Netanyahu Terobsesi Membunuh Komandan Al-Qassam
BERITA INTERNASIONAL
Belasan Orang yang Diduga Agen Israel Dibunuh
BERITA INTERNASIONAL
Cegah Steve Sotloff Dipenggal ISIS, Warga AS Kirim Petisi
BERITA INTERNASIONAL
700 Ribu Warga Yazidi Ngungsi ke Kurdistan
ARTIKEL ISLAMI
Sinyal-Sinyal Kematian
22 Agustus 2014
Sinyal-Sinyal Kematian
BERITA INTERNASIONAL
Agenda Zionis: Menggambar Ulang Peta Timur Tengah
ARTIKEL ISLAMI
Kembalilah Kepada Ulama
22 Agustus 2014
Kembalilah Kepada Ulama
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Bolehkah Menyimpan Al-Quran di HP
ARTIKEL ISLAMI
Jadikan Nilai Diri Anda Senilai Surga
BERITA INTERNASIONAL
Iran SIap bantu Hadapi ISIS, Asal.....
BERITA INTERNASIONAL
Petinggi Hamas Akui Culik 3 Pemuda Israel
BERITA INTERNASIONAL
Wanita Ini Jadi Algojo Pertama di Kelompok ISIS
BERITA INTERNASIONAL
AS Jadi Tontonan Dunia akibat Kerusuhan Rasial di Ferguson
ISLAM INDONESIA
Kemenag: Pungutan Uang Nikah Masih Ada
BERITA INTERNASIONAL
ISIS Kepung Etnis Turkmen Pemeluk Syiah
RUMAH TANGGA
Taat Pada Suami
22 Agustus 2014
Taat Pada Suami
BERITA INTERNASIONAL
Diancam ISIS, Ratusan Yazidi Pindah Agama
POPULER
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Keadaan Iblis di Neraka
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Adakah Hukum Karma dalam Islam?
ARTIKEL UMUM
Apa Itu Agama Baha’i
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Wirid Sesudah Shalat Wajib
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Inilah Harga Sebuah Surga…
Taqarub kepada Allah dan Manusia Print E-mail
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH

Rasulullah SAW bersabda: Pada Hari Kiamat nanti Allah SWT akan menegur kita, ''Wahai anak cucu Adam, Aku sakit, mengapa engkau tak menjenguk-Ku?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah pun menjawabnya, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang sakit dan kamu tidak membesuknya.''

 

Dialog itu pun berlanjut. ''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta makan kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku makan?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu makan, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab lagi, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kelaparan dan kamu tidak memberinya makan.''

''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta minum kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku minum?'' Hamba bertanya lagi, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu minum, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kehausan dan kamu tidak memberinya minum.'' (HR Muslim)

Hadis ini sungguh mengesankan. Allah SWT mengajarkan pentingnya menjaga hablum minannas , hubungan horizontal antarmanusia. Islam menekankan keseimbangan, termasuk dalam ibadah yang selalu mengandung dua dimensi, yaitu vertikal (hablum minallah dan horizontal ( ablum minannas .

Mari kita perhatikan perintah shalat dalam Alquran. Perintah shalat hampir selalu dirangkai dengan perintah berzakat. ''Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk (QS Al-Baqarah [2]: 43). Kata ' amanu ' (beriman) juga selalu diikuti dengan perintah beramal shaleh, ' amilus sholihat '. Vertikal dan horizontal.

Surat Al-Ma'un (107: 1-3), lebih keras lagi. ''Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Yaitu, orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.'' Di sini, Allah SWT mengaitkan agama dengan aktivitas sosial.

Artinya, orang mukmin yang tidak peduli pada anak yatim dan fakir miskin, maka dia itu pengkhianat. Kategori orang mukmin sejati itu bukan saja terletak pada ketekunannya dalam ibadah, tetapi juga hubungan baiknya dengan manusia, bahkan dengan alam semesta; kita dilarang melakukan perusakan di bumi.

Jadi, Islam menolak pendekatan diri kepada Allah dengan cara menjauhkan diri dari kehidupan. Oleh karena itu, esoterisme itu tidak sepenuhnya didukung oleh Islam, demikian pula eksoterisme. Justru, sebagaimana hadis di awal, mendekatkan diri kepada sesama adalah media mendekatkan diri kepada Allah. Mari kita seimbangkan.

Redaksi - Reporter
Red: taqi / republika.co.id