FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
BERITA NASIONAL
Mossad, CIA dan MI6 Terlibat Penumpasan PKI
DUNIA ISLAM
Penganut Alawiyah Turki Tolak Pelajaran Agama
BERITA INTERNASIONAL
Iran: ISIS Tak Bisa Dikalahkan dengan Serangan Udara
ISLAM INDONESIA
RESONANSI: Bayangan Kolonialisme: Revitalisasi
DUNIA ISLAM
Ditantang Kenakan Hijab, ini Reaksi Mahasiswi AS
BERITA INTERNASIONAL
ISIS Unggah Video Ancaman ke AS
BERITA UMRAH DAN HAJI
9 Majmuah di Madinah yang Wanprestasi
DUNIA ISLAM
Masjid Kaum Homo Berdiri di Cape Town
BERITA NASIONAL
RESONANSI: Basis Karakter Kemajuan
MUALAF
23 Pesepakbola Asal Kamerun Peluk Islam
DUNIA ISLAM
Sentuhan Islam di Universitas Tertua Inggris
EKONOMI, BISNIS DAN KEUANGAN SYARIAH
Indonesia Butuh BUMN Syariah
16 September 2014
Indonesia Butuh BUMN Syariah
BERITA UMRAH DAN HAJI
14 Orang Jamaah Haji Indonesia Meninggal Di Arab
BERITA NASIONAL
PKI Sering Tuntut SBY untuk Meminta Maaf
BERITA INTERNASIONAL
Duta Besar Zionis Untuk Mesir Adalah Intelijen Mossad?
BERITA INTERNASIONAL
Penelitian PBB : Menakutkan, Hidup dalam Kontrol ISIS
BERITA INTERNASIONAL
Libya Megarah pada Konflik Berkepanjangan
BERITA INTERNASIONAL
Rusia: AS Serang ISIS di Suriah, Sama Saja Agresi
POPULER
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Menggerakkan Telunjuk Waktu Tasyahud
ARTIKEL ISLAMI
Sinyal-Sinyal Kematian
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Bolehkah Menyimpan Al-Quran di HP
ARTIKEL ISLAMI
The Real Islamic State
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Jumlah 124 Ribu Nabi dan 313 Rasul
ARTIKEL ISLAMI
Adakah Jagat Lain?
Taqarub kepada Allah dan Manusia Print E-mail
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH

Rasulullah SAW bersabda: Pada Hari Kiamat nanti Allah SWT akan menegur kita, ''Wahai anak cucu Adam, Aku sakit, mengapa engkau tak menjenguk-Ku?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah pun menjawabnya, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang sakit dan kamu tidak membesuknya.''

 

Dialog itu pun berlanjut. ''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta makan kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku makan?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu makan, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab lagi, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kelaparan dan kamu tidak memberinya makan.''

''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta minum kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku minum?'' Hamba bertanya lagi, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu minum, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kehausan dan kamu tidak memberinya minum.'' (HR Muslim)

Hadis ini sungguh mengesankan. Allah SWT mengajarkan pentingnya menjaga hablum minannas , hubungan horizontal antarmanusia. Islam menekankan keseimbangan, termasuk dalam ibadah yang selalu mengandung dua dimensi, yaitu vertikal (hablum minallah dan horizontal ( ablum minannas .

Mari kita perhatikan perintah shalat dalam Alquran. Perintah shalat hampir selalu dirangkai dengan perintah berzakat. ''Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk (QS Al-Baqarah [2]: 43). Kata ' amanu ' (beriman) juga selalu diikuti dengan perintah beramal shaleh, ' amilus sholihat '. Vertikal dan horizontal.

Surat Al-Ma'un (107: 1-3), lebih keras lagi. ''Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Yaitu, orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.'' Di sini, Allah SWT mengaitkan agama dengan aktivitas sosial.

Artinya, orang mukmin yang tidak peduli pada anak yatim dan fakir miskin, maka dia itu pengkhianat. Kategori orang mukmin sejati itu bukan saja terletak pada ketekunannya dalam ibadah, tetapi juga hubungan baiknya dengan manusia, bahkan dengan alam semesta; kita dilarang melakukan perusakan di bumi.

Jadi, Islam menolak pendekatan diri kepada Allah dengan cara menjauhkan diri dari kehidupan. Oleh karena itu, esoterisme itu tidak sepenuhnya didukung oleh Islam, demikian pula eksoterisme. Justru, sebagaimana hadis di awal, mendekatkan diri kepada sesama adalah media mendekatkan diri kepada Allah. Mari kita seimbangkan.

Redaksi - Reporter
Red: taqi / republika.co.id