FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
12 Februari 2016
Tentang Makar Allah
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
12 Februari 2016
Kabar Gembira Bagi Pendosa
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
ARTIKEL AL-QURAN
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
12 Februari 2016
Doa untuk Penghuni Barzah
BERITA NASIONAL
BERITA INTERNASIONAL
BERITA INTERNASIONAL
BERITA NASIONAL
BERITA INTERNASIONAL
BERITA INTERNASIONAL
ISLAM INDONESIA
ISLAM INDONESIA
DUNIA ISLAM
ISLAM INDONESIA
BERITA INTERNASIONAL
BERITA INTERNASIONAL
POPULER
BERITA INTERNASIONAL
ISLAM INDONESIA
DUNIA ISLAM
BERITA INTERNASIONAL
BERITA INTERNASIONAL
ISLAM INDONESIA
DUNIA ISLAM
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Jumat, 05 Februari 2016
Merespon Penghinaan ala Rasulullah
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Jumat, 05 Februari 2016
Surat yang Dibaca Ketika Shalat Dhuha
ARTIKEL ISLAMI
Minggu, 31 Januari 2016
Tiga Ciri Pemeliharaan Allah
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Minggu, 31 Januari 2016
Tawakal seperti Burung
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
ISLAM INDONESIA
DUNIA ISLAM
ISLAM INDONESIA
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Minggu, 31 Januari 2016
Aib Tertutup Setelah Bertobat
ARTIKEL UMUM
DUNIA ISLAM
Selasa, 02 Februari 2016
Fatwa-Fatwa Kontroversial
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
ISLAM INDONESIA
Kamis, 04 Februari 2016
Umat Islam Dinilai Krisis Panutan
BERITA INTERNASIONAL
ISLAM INDONESIA
ISLAM INDONESIA
ARTIKEL ISLAMI
Sabtu, 06 Februari 2016
Aku Ingin Mati Husnul Khatimah
ISLAM INDONESIA
Sabtu, 06 Februari 2016
Ruqyah Banyak Disalahartikan
Taqarub kepada Allah dan Manusia Print E-mail
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH

Rasulullah SAW bersabda: Pada Hari Kiamat nanti Allah SWT akan menegur kita, ''Wahai anak cucu Adam, Aku sakit, mengapa engkau tak menjenguk-Ku?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah pun menjawabnya, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang sakit dan kamu tidak membesuknya.''

 

Dialog itu pun berlanjut. ''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta makan kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku makan?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu makan, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab lagi, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kelaparan dan kamu tidak memberinya makan.''

''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta minum kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku minum?'' Hamba bertanya lagi, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu minum, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kehausan dan kamu tidak memberinya minum.'' (HR Muslim)

Hadis ini sungguh mengesankan. Allah SWT mengajarkan pentingnya menjaga hablum minannas , hubungan horizontal antarmanusia. Islam menekankan keseimbangan, termasuk dalam ibadah yang selalu mengandung dua dimensi, yaitu vertikal (hablum minallah dan horizontal ( ablum minannas .

Mari kita perhatikan perintah shalat dalam Alquran. Perintah shalat hampir selalu dirangkai dengan perintah berzakat. ''Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk (QS Al-Baqarah [2]: 43). Kata ' amanu ' (beriman) juga selalu diikuti dengan perintah beramal shaleh, ' amilus sholihat '. Vertikal dan horizontal.

Surat Al-Ma'un (107: 1-3), lebih keras lagi. ''Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Yaitu, orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.'' Di sini, Allah SWT mengaitkan agama dengan aktivitas sosial.

Artinya, orang mukmin yang tidak peduli pada anak yatim dan fakir miskin, maka dia itu pengkhianat. Kategori orang mukmin sejati itu bukan saja terletak pada ketekunannya dalam ibadah, tetapi juga hubungan baiknya dengan manusia, bahkan dengan alam semesta; kita dilarang melakukan perusakan di bumi.

Jadi, Islam menolak pendekatan diri kepada Allah dengan cara menjauhkan diri dari kehidupan. Oleh karena itu, esoterisme itu tidak sepenuhnya didukung oleh Islam, demikian pula eksoterisme. Justru, sebagaimana hadis di awal, mendekatkan diri kepada sesama adalah media mendekatkan diri kepada Allah. Mari kita seimbangkan.

Redaksi - Reporter
Red: taqi / republika.co.id