FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Hukum Makam dalam Masjid
BERITA INTERNASIONAL
Israel Anggap Kerry Pengkhianat
BERITA INTERNASIONAL
PM Turki Kembalikan Medali Penghargaan Yahudi
DUNIA ISLAM
Muslim Uighur di China Semakin Tertekan
DUNIA ISLAM
Hampir 100 Orang Tewas di Xinjiang
BERITA INTERNASIONAL
Al Qassam Tewaskan 110 Tentara Zionis Israel
BERITA INTERNASIONAL
Penulis Spanyol: Wajar Jika Yahudi Selalu Terusir
BERITA INTERNASIONAL
Hamas Minta Bantuan Hizbullah
BERITA INTERNASIONAL
Al Qassam Tewaskan 110 Tentara Zionis Israel
BERITA INTERNASIONAL
Anggota Parlemen Israel Pendukung Hamas Dihukum
SEPUTAR RAMADHAN
Idul Fitri, Putin Puji Sumbangsih Muslim Rusia
BERITA INTERNASIONAL
Pertempuran Berlanjut, Puluhan Tewas di Ukraina
DUNIA ISLAM
Warga Muslim Dihina, PM India Dikecam
ARTIKEL ISLAMI
Rahmat Allah Penuntas Masalah
ARTIKEL ISLAMI
Setan Turun kepada Pendusta
BERITA INTERNASIONAL
Ketika Orang Arab Tinggal di Negeri Yahudi
POPULER
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Hari Jumat dan Dajjal
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Tata Cara Mandi Besar (Mandi Junub)
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Empat Cara Bersyukur pada Allah SWT
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Mengapa Hari Jumat Ada dalam Al-Quran?
BERITA INTERNASIONAL
Mencermati Kegagalan Israel
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Doa Yang Sangat Kita Perlukan
ARTIKEL ISLAMI
9 Renungan Kehidupan
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Perlawanan Setan dan Mengenal Tipu Dayanya
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Bersyahadat dengan Keyakinan, Apa Maksudnya?
ARTIKEL ISLAMI
Sahabatmu Bukan Sahabatmu
Taqarub kepada Allah dan Manusia Print E-mail
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH

Rasulullah SAW bersabda: Pada Hari Kiamat nanti Allah SWT akan menegur kita, ''Wahai anak cucu Adam, Aku sakit, mengapa engkau tak menjenguk-Ku?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah pun menjawabnya, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang sakit dan kamu tidak membesuknya.''

 

Dialog itu pun berlanjut. ''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta makan kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku makan?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu makan, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab lagi, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kelaparan dan kamu tidak memberinya makan.''

''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta minum kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku minum?'' Hamba bertanya lagi, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu minum, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kehausan dan kamu tidak memberinya minum.'' (HR Muslim)

Hadis ini sungguh mengesankan. Allah SWT mengajarkan pentingnya menjaga hablum minannas , hubungan horizontal antarmanusia. Islam menekankan keseimbangan, termasuk dalam ibadah yang selalu mengandung dua dimensi, yaitu vertikal (hablum minallah dan horizontal ( ablum minannas .

Mari kita perhatikan perintah shalat dalam Alquran. Perintah shalat hampir selalu dirangkai dengan perintah berzakat. ''Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk (QS Al-Baqarah [2]: 43). Kata ' amanu ' (beriman) juga selalu diikuti dengan perintah beramal shaleh, ' amilus sholihat '. Vertikal dan horizontal.

Surat Al-Ma'un (107: 1-3), lebih keras lagi. ''Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Yaitu, orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.'' Di sini, Allah SWT mengaitkan agama dengan aktivitas sosial.

Artinya, orang mukmin yang tidak peduli pada anak yatim dan fakir miskin, maka dia itu pengkhianat. Kategori orang mukmin sejati itu bukan saja terletak pada ketekunannya dalam ibadah, tetapi juga hubungan baiknya dengan manusia, bahkan dengan alam semesta; kita dilarang melakukan perusakan di bumi.

Jadi, Islam menolak pendekatan diri kepada Allah dengan cara menjauhkan diri dari kehidupan. Oleh karena itu, esoterisme itu tidak sepenuhnya didukung oleh Islam, demikian pula eksoterisme. Justru, sebagaimana hadis di awal, mendekatkan diri kepada sesama adalah media mendekatkan diri kepada Allah. Mari kita seimbangkan.

Redaksi - Reporter
Red: taqi / republika.co.id