FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
ARTIKEL ISLAMI
Sabar dan Syukur yang Palsu
18 Desember 2014
Sabar dan Syukur yang Palsu
ORANGTUA & ANAK
4 Kisah Miris Orangtua Digugat Anak
BERITA INTERNASIONAL
Merkel: Hukuman Terhadap Rusia Tetap tak Terelakkan
BERITA INTERNASIONAL
Amerika Akan Gunakan Hak Vetonya, Gagalkan Upaya Palestina
BERITA INTERNASIONAL
UE Siap Hapus Status Hamas, Israel Kalang Kabut
BERITA INTERNASIONAL
Dituduh Tolak Perangi Boko Haram, 54 Serdadu Dihukum Mati
BERITA INTERNASIONAL
BERITA INTERNASIONAL
230 Jenazah Ditemukan di Kuburan Massal di Suriah
EKONOMI, BISNIS DAN KEUANGAN SYARIAH
Bank Syariah Harus Siap Hadapi MEA
ISLAM INDONESIA
Nilai-Nilai Agama Mulai Terkikis Secara Sistematis
ISLAM INDONESIA
Sirah Nabawiyah Telah Diganti Kisah Fiksi Doraemon
DUNIA ISLAM
Darurat al Aqsha Akibat Kepungan Warga Yahudi
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Aurat terhadap Anak Angkat
16 Desember 2014
Aurat terhadap Anak Angkat
BERITA INTERNASIONAL
84 Anak Tewas dalam Serangan ke Satu Sekolah di Pakistan
BERITA INTERNASIONAL
Ini Man Haron Monis, Penyandera Kafe Sydney
BERITA INTERNASIONAL
Mantan Petinju Inggris Bantu ISIS
BERITA INTERNASIONAL
Sejak Tegang dengan AS, Belanja Militer Rusia Gila-gilaan
DUNIA ISLAM
Merkel: Islamofobia tidak Diterima di Jerman
POPULER
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
12 Orang yang Didoakan Malaikat
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Ciri-ciri Orang Ikhlas
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Rezeki Itu Datang Mencari Seseorang
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Sebab-Sebab Turunnya Rezeki
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Dahsyatnya Kengerian di Alam Kubur
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Allah pun Tertawa
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
3 Keutamaan Menutupi Aib Saudara Sesama Muslim
NABI MUHAMMAD SAW
Rasulullah dan Uang 8 Dirham
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Tiga Kali Murtad
ARTIKEL ISLAMI
Kebahagiaan Sejati
Taqarub kepada Allah dan Manusia Print E-mail
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH

Rasulullah SAW bersabda: Pada Hari Kiamat nanti Allah SWT akan menegur kita, ''Wahai anak cucu Adam, Aku sakit, mengapa engkau tak menjenguk-Ku?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah pun menjawabnya, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang sakit dan kamu tidak membesuknya.''

 

Dialog itu pun berlanjut. ''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta makan kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku makan?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu makan, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab lagi, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kelaparan dan kamu tidak memberinya makan.''

''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta minum kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku minum?'' Hamba bertanya lagi, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu minum, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kehausan dan kamu tidak memberinya minum.'' (HR Muslim)

Hadis ini sungguh mengesankan. Allah SWT mengajarkan pentingnya menjaga hablum minannas , hubungan horizontal antarmanusia. Islam menekankan keseimbangan, termasuk dalam ibadah yang selalu mengandung dua dimensi, yaitu vertikal (hablum minallah dan horizontal ( ablum minannas .

Mari kita perhatikan perintah shalat dalam Alquran. Perintah shalat hampir selalu dirangkai dengan perintah berzakat. ''Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk (QS Al-Baqarah [2]: 43). Kata ' amanu ' (beriman) juga selalu diikuti dengan perintah beramal shaleh, ' amilus sholihat '. Vertikal dan horizontal.

Surat Al-Ma'un (107: 1-3), lebih keras lagi. ''Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Yaitu, orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.'' Di sini, Allah SWT mengaitkan agama dengan aktivitas sosial.

Artinya, orang mukmin yang tidak peduli pada anak yatim dan fakir miskin, maka dia itu pengkhianat. Kategori orang mukmin sejati itu bukan saja terletak pada ketekunannya dalam ibadah, tetapi juga hubungan baiknya dengan manusia, bahkan dengan alam semesta; kita dilarang melakukan perusakan di bumi.

Jadi, Islam menolak pendekatan diri kepada Allah dengan cara menjauhkan diri dari kehidupan. Oleh karena itu, esoterisme itu tidak sepenuhnya didukung oleh Islam, demikian pula eksoterisme. Justru, sebagaimana hadis di awal, mendekatkan diri kepada sesama adalah media mendekatkan diri kepada Allah. Mari kita seimbangkan.

Redaksi - Reporter
Red: taqi / republika.co.id