FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
SEJARAH ISLAM DUNIA
Menelusuri Sejarah Islam di Negeri Yaman
EKONOMI, BISNIS DAN KEUANGAN SYARIAH
Kebutuhan SDI Syariah Diidentifikasi
ISLAM INDONESIA
Menjaga Keistiqamahan
01 Mei 2015
Menjaga Keistiqamahan
EKONOMI, BISNIS DAN KEUANGAN SYARIAH
Sistem Keuangan Islam Dorong Inklusi Keuangan
ARTIKEL ISLAMI
Makam Ahli Puasa Dijaga Malaikat
ISLAM INDONESIA
Mengubah Stigma Islam di Barat
ISLAM INDONESIA
Indonesia Harus jadi Model Islam di Dunia
ISLAM INDONESIA
China-Muslim di Jawa: Saling Silang Budaya
ISLAM INDONESIA
Empat Penyebab Lemahnya Umat Islam Indonesia
ISLAM INDONESIA
Umat Islam Indononesia adalah Minoritas
BERITA INTERNASIONAL
Pesawat Iran Ngotot Mendarat, Saudi Membom Bandara
DUNIA ISLAM
Keunggulan Estetika Dunia Islam
DUNIA ISLAM
Muslim Korsel Nyaman Laksanakan Ibadah
BERITA INTERNASIONAL
Bela Arab Saudi, AS Salahkan Militan Houthi
DUNIA ISLAM
“Toko Alat Seks” di Mekkah Hoax
ISLAM INDONESIA
Pondok Pesantren Benteng Terakhir Penjaga Akhlak
SEJARAH ISLAM DUNIA
Manuskrip Timbuktu, Bukti Persebaran Intelektual Islam
POPULER
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Ya'juj dan Ma'juj Sudahkah Mereka Keluar?
ARTIKEL AL-QURAN
Pahala Menghafal Al-Quran
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Waspadai Waktu Antara Adzan dan Iqamah
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Kemana Ruh Pergi Saat Manusia Tidur ?
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Puncak Ibadah, Apa Itu?
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Arti Syahadat yang Terlupakan
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Sedekahlah, Maka Allah Mudahkan
ARTIKEL ISLAMI
Menggugat Banjir Nuh
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Cara Mulia Mengaku Salah
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
40 Hari Setelah Orang Meninggal
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Rasulullah Hadapi Pertanyaan di Akhir Zaman
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Tujuh Kalimat Mustajab
ARTIKEL ISLAMI
Inspirasi Sebatang Rumput
Taqarub kepada Allah dan Manusia Print E-mail
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH

Rasulullah SAW bersabda: Pada Hari Kiamat nanti Allah SWT akan menegur kita, ''Wahai anak cucu Adam, Aku sakit, mengapa engkau tak menjenguk-Ku?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah pun menjawabnya, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang sakit dan kamu tidak membesuknya.''

 

Dialog itu pun berlanjut. ''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta makan kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku makan?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu makan, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab lagi, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kelaparan dan kamu tidak memberinya makan.''

''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta minum kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku minum?'' Hamba bertanya lagi, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu minum, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kehausan dan kamu tidak memberinya minum.'' (HR Muslim)

Hadis ini sungguh mengesankan. Allah SWT mengajarkan pentingnya menjaga hablum minannas , hubungan horizontal antarmanusia. Islam menekankan keseimbangan, termasuk dalam ibadah yang selalu mengandung dua dimensi, yaitu vertikal (hablum minallah dan horizontal ( ablum minannas .

Mari kita perhatikan perintah shalat dalam Alquran. Perintah shalat hampir selalu dirangkai dengan perintah berzakat. ''Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk (QS Al-Baqarah [2]: 43). Kata ' amanu ' (beriman) juga selalu diikuti dengan perintah beramal shaleh, ' amilus sholihat '. Vertikal dan horizontal.

Surat Al-Ma'un (107: 1-3), lebih keras lagi. ''Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Yaitu, orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.'' Di sini, Allah SWT mengaitkan agama dengan aktivitas sosial.

Artinya, orang mukmin yang tidak peduli pada anak yatim dan fakir miskin, maka dia itu pengkhianat. Kategori orang mukmin sejati itu bukan saja terletak pada ketekunannya dalam ibadah, tetapi juga hubungan baiknya dengan manusia, bahkan dengan alam semesta; kita dilarang melakukan perusakan di bumi.

Jadi, Islam menolak pendekatan diri kepada Allah dengan cara menjauhkan diri dari kehidupan. Oleh karena itu, esoterisme itu tidak sepenuhnya didukung oleh Islam, demikian pula eksoterisme. Justru, sebagaimana hadis di awal, mendekatkan diri kepada sesama adalah media mendekatkan diri kepada Allah. Mari kita seimbangkan.

Redaksi - Reporter
Red: taqi / republika.co.id