FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
BERITA INTERNASIONAL
HRW: ISIS Gunakan Bom Curah di Syria
BERITA INTERNASIONAL
Baghdad Memanas, 13 Orang Tewas
BERITA INTERNASIONAL
Kegagalan Parpol Islam Lahirkan Pemimpin
BERITA INTERNASIONAL
Prancis Kutuk Israel Soal Kebijakan di Tepi Barat
ISLAM INDONESIA
Sebut Ka’bah Berhala, Abraham Dipenjara 2 Tahun
BERITA INTERNASIONAL
Presiden Iran Merayu Pemimpin Agama Syiah Bolehkan Internet
BERITA INTERNASIONAL
Universitas Kairo Larang Organisasi Mahasiswa Berbau Politik
ARTIKEL AL-QURAN
Kisah Luqmanul Hakim dalam Al-Quran
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Jumlah 124 Ribu Nabi dan 313 Rasul
BERITA INTERNASIONAL
Selama Agustus, 1.420 Orang Tewas di Irak
DUNIA ISLAM
Muslim Australia Khawatir Naik Haji. Ada Apa?
BERITA INTERNASIONAL
Pasukan Ukraina Bertempur dengan Tank-tank Rusia
BERITA INTERNASIONAL
Militan Libya Ambil Alih Kantor Pemerintah di Tripoli
BERITA INTERNASIONAL
Cameron Larang Jihadis Inggris Kembali ke Tanah Air
BERITA INTERNASIONAL
Siapa Pendukung Daulah Islamiyah (ISIS)
DUNIA ISLAM
Wahabi, ISIS dan Khawarijisme
01 September 2014
Wahabi, ISIS dan Khawarijisme
BERITA INTERNASIONAL
Israel Rampas 400 Hektar Tanah Palestina
BERITA INTERNASIONAL
Diteror Boko Haram, Ribuan Warga Nigeria Kabur ke Kamerun
BERITA INTERNASIONAL
Senator Desak AS Kirim Bantuan Senjata ke Ukraina
BERITA UMRAH DAN HAJI
Kelembaban Udara di Madinah Hanya 4%, Awas Dehidrasi
POPULER
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Keadaan Iblis di Neraka
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Menggerakkan Telunjuk Waktu Tasyahud
ARTIKEL ISLAMI
Sinyal-Sinyal Kematian
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Adakah Hukum Karma dalam Islam?
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Bolehkah Menyimpan Al-Quran di HP
ARTIKEL ISLAMI
The Real Islamic State
ARTIKEL ISLAMI
Adakah Jagat Lain?
Taqarub kepada Allah dan Manusia Print E-mail
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH

Rasulullah SAW bersabda: Pada Hari Kiamat nanti Allah SWT akan menegur kita, ''Wahai anak cucu Adam, Aku sakit, mengapa engkau tak menjenguk-Ku?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah pun menjawabnya, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang sakit dan kamu tidak membesuknya.''

 

Dialog itu pun berlanjut. ''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta makan kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku makan?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu makan, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab lagi, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kelaparan dan kamu tidak memberinya makan.''

''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta minum kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku minum?'' Hamba bertanya lagi, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu minum, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kehausan dan kamu tidak memberinya minum.'' (HR Muslim)

Hadis ini sungguh mengesankan. Allah SWT mengajarkan pentingnya menjaga hablum minannas , hubungan horizontal antarmanusia. Islam menekankan keseimbangan, termasuk dalam ibadah yang selalu mengandung dua dimensi, yaitu vertikal (hablum minallah dan horizontal ( ablum minannas .

Mari kita perhatikan perintah shalat dalam Alquran. Perintah shalat hampir selalu dirangkai dengan perintah berzakat. ''Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk (QS Al-Baqarah [2]: 43). Kata ' amanu ' (beriman) juga selalu diikuti dengan perintah beramal shaleh, ' amilus sholihat '. Vertikal dan horizontal.

Surat Al-Ma'un (107: 1-3), lebih keras lagi. ''Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Yaitu, orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.'' Di sini, Allah SWT mengaitkan agama dengan aktivitas sosial.

Artinya, orang mukmin yang tidak peduli pada anak yatim dan fakir miskin, maka dia itu pengkhianat. Kategori orang mukmin sejati itu bukan saja terletak pada ketekunannya dalam ibadah, tetapi juga hubungan baiknya dengan manusia, bahkan dengan alam semesta; kita dilarang melakukan perusakan di bumi.

Jadi, Islam menolak pendekatan diri kepada Allah dengan cara menjauhkan diri dari kehidupan. Oleh karena itu, esoterisme itu tidak sepenuhnya didukung oleh Islam, demikian pula eksoterisme. Justru, sebagaimana hadis di awal, mendekatkan diri kepada sesama adalah media mendekatkan diri kepada Allah. Mari kita seimbangkan.

Redaksi - Reporter
Red: taqi / republika.co.id