FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
BERITA INTERNASIONAL
Kegiatan Militer Israel Meningkat, Lebanon Bersikap Keras
BERITA INTERNASIONAL
Erdogan Tolak Pemerintahan Otonom Kurdi di Suriah
ARTIKEL ISLAMI
Manusia Sebagai Mahluk Serba Dimensi
BERITA INTERNASIONAL
Sandera Sydney Tewas Akibat Peluru Polisi
ISLAM INDONESIA
Tantangan Dakwah di Wilayah Perkotaan
BERITA INTERNASIONAL
AS Kecam Serangan Hizbullah ke Israel Utara
BERITA INTERNASIONAL
Menlu Yordania Bantah akan Lepas Al-Rishawi
EKONOMI, BISNIS DAN KEUANGAN SYARIAH
Pemahaman Notaris Terkait Aturan Syariah Masih Minim
BERITA INTERNASIONAL
Media Arab: Standar Ganda Israel Soal Pemukiman Menjijikan
ISLAM INDONESIA
Waspadai Bahaya Laten PKI Gaya Baru
BERITA INTERNASIONAL
Demonstrasi Besar-Besaran Terjadi di Yaman
BERITA INTERNASIONAL
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Membangun Rumah Di Surga Dengan Duabelas Rakaat
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Ketika Syaitan Ikut Mabit dan Makan Bersama
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Kafarat untuk Pelaku Homo Seksual
POPULER
NABI MUHAMMAD SAW
Marahnya Rasulullah Saw
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Yang Tidak Mati Saat Tiupan Sangkakala
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Menyiapkan Kematian
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Perlukah Menjadi Orang Kaya
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Lima Keutamaan Bershalawat Nabi
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Mengapa Islam Gabungkan Kata Iman dan Ilmu
ARTIKEL ISLAMI
Harga Diri Beragama
Taqarub kepada Allah dan Manusia Print E-mail
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH

Rasulullah SAW bersabda: Pada Hari Kiamat nanti Allah SWT akan menegur kita, ''Wahai anak cucu Adam, Aku sakit, mengapa engkau tak menjenguk-Ku?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah pun menjawabnya, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang sakit dan kamu tidak membesuknya.''

 

Dialog itu pun berlanjut. ''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta makan kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku makan?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu makan, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab lagi, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kelaparan dan kamu tidak memberinya makan.''

''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta minum kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku minum?'' Hamba bertanya lagi, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu minum, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kehausan dan kamu tidak memberinya minum.'' (HR Muslim)

Hadis ini sungguh mengesankan. Allah SWT mengajarkan pentingnya menjaga hablum minannas , hubungan horizontal antarmanusia. Islam menekankan keseimbangan, termasuk dalam ibadah yang selalu mengandung dua dimensi, yaitu vertikal (hablum minallah dan horizontal ( ablum minannas .

Mari kita perhatikan perintah shalat dalam Alquran. Perintah shalat hampir selalu dirangkai dengan perintah berzakat. ''Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk (QS Al-Baqarah [2]: 43). Kata ' amanu ' (beriman) juga selalu diikuti dengan perintah beramal shaleh, ' amilus sholihat '. Vertikal dan horizontal.

Surat Al-Ma'un (107: 1-3), lebih keras lagi. ''Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Yaitu, orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.'' Di sini, Allah SWT mengaitkan agama dengan aktivitas sosial.

Artinya, orang mukmin yang tidak peduli pada anak yatim dan fakir miskin, maka dia itu pengkhianat. Kategori orang mukmin sejati itu bukan saja terletak pada ketekunannya dalam ibadah, tetapi juga hubungan baiknya dengan manusia, bahkan dengan alam semesta; kita dilarang melakukan perusakan di bumi.

Jadi, Islam menolak pendekatan diri kepada Allah dengan cara menjauhkan diri dari kehidupan. Oleh karena itu, esoterisme itu tidak sepenuhnya didukung oleh Islam, demikian pula eksoterisme. Justru, sebagaimana hadis di awal, mendekatkan diri kepada sesama adalah media mendekatkan diri kepada Allah. Mari kita seimbangkan.

Redaksi - Reporter
Red: taqi / republika.co.id