FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
BERITA INTERNASIONAL
Gelombang Hawa Panas Merambah Eropa
ISLAM INDONESIA
LGBT Perilaku Menyimpang, Bukan Takdir
NABI MUHAMMAD SAW
Memuji Rasulullah Saw dan Batasannya
ARTIKEL ISLAMI
Cinta Allah, Pasti Cinta Sahabat
BERITA INTERNASIONAL
Pasukan Irak Rebut Baiji dari ISIS
ARTIKEL AL-QURAN
12 Adab Membaca Al Quran
SEPUTAR RAMADHAN
Hikmah Malam Nuzulul Quran
BERITA INTERNASIONAL
Pentagon: Serangan Udara Tewaskan Pemimpin ISIS Suriah
BERITA INTERNASIONAL
Boko Haram Serang Tiga Desa, Ratusan Orang Tewas
EKONOMI, BISNIS DAN KEUANGAN SYARIAH
Surat Berharga Syariah Bisa Diperjualbelikan oleh Bank Konvensional
BERITA INTERNASIONAL
Jaksa Agung AS Sebut ISIS akan Serang Negaranya
BERITA INTERNASIONAL
Ratusan Gerilyawan dan Prajurit Militer Tewas di Mesir
BERITA INTERNASIONAL
Ikhwanul Muslimin Serukan Revolusi di Mesir
BERITA INTERNASIONAL
Dua Tahun Setelah Mursi Jatuh, Mesir Jadi Represif
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Ketentuan Mengganti Shalat Usai Haid dan Nifas
ISLAM INDONESIA
Islam Nusantara
01 Juli 2015
Islam Nusantara
BERITA INTERNASIONAL
ISIS Ancam Gulingkan Hamas
POPULER
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Sujud Sahwi, Apa dan Bagaimana?
BERITA INTERNASIONAL
ISIS Sudah Didepan Mata Israel
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Cara Ketahui Keshalehan Seseorang
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Tiga Hal yang Disukai
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Kaum Bani Israil Masa Kini
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Takdir Allah Tak Pernah Salah
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Apakah Jin Punya Akal?
NABI MUHAMMAD SAW
Di Telaga itu, Rasul Menanti
ARTIKEL ISLAMI
Pemaaf itu Indah
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
12 Akhlak Para Nabi
Taqarub kepada Allah dan Manusia Print E-mail
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH

Rasulullah SAW bersabda: Pada Hari Kiamat nanti Allah SWT akan menegur kita, ''Wahai anak cucu Adam, Aku sakit, mengapa engkau tak menjenguk-Ku?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah pun menjawabnya, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang sakit dan kamu tidak membesuknya.''

 

Dialog itu pun berlanjut. ''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta makan kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku makan?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu makan, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab lagi, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kelaparan dan kamu tidak memberinya makan.''

''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta minum kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku minum?'' Hamba bertanya lagi, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu minum, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kehausan dan kamu tidak memberinya minum.'' (HR Muslim)

Hadis ini sungguh mengesankan. Allah SWT mengajarkan pentingnya menjaga hablum minannas , hubungan horizontal antarmanusia. Islam menekankan keseimbangan, termasuk dalam ibadah yang selalu mengandung dua dimensi, yaitu vertikal (hablum minallah dan horizontal ( ablum minannas .

Mari kita perhatikan perintah shalat dalam Alquran. Perintah shalat hampir selalu dirangkai dengan perintah berzakat. ''Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk (QS Al-Baqarah [2]: 43). Kata ' amanu ' (beriman) juga selalu diikuti dengan perintah beramal shaleh, ' amilus sholihat '. Vertikal dan horizontal.

Surat Al-Ma'un (107: 1-3), lebih keras lagi. ''Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Yaitu, orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.'' Di sini, Allah SWT mengaitkan agama dengan aktivitas sosial.

Artinya, orang mukmin yang tidak peduli pada anak yatim dan fakir miskin, maka dia itu pengkhianat. Kategori orang mukmin sejati itu bukan saja terletak pada ketekunannya dalam ibadah, tetapi juga hubungan baiknya dengan manusia, bahkan dengan alam semesta; kita dilarang melakukan perusakan di bumi.

Jadi, Islam menolak pendekatan diri kepada Allah dengan cara menjauhkan diri dari kehidupan. Oleh karena itu, esoterisme itu tidak sepenuhnya didukung oleh Islam, demikian pula eksoterisme. Justru, sebagaimana hadis di awal, mendekatkan diri kepada sesama adalah media mendekatkan diri kepada Allah. Mari kita seimbangkan.

Redaksi - Reporter
Red: taqi / republika.co.id