FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
BERITA INTERNASIONAL
Lebih 100 Anggota Boko Haram Tewas oleh Tentara Chad
BERITA INTERNASIONAL
Pasukan Yaman Berhasil Rebut Aden
BERITA INTERNASIONAL
Taliban Tunjuk Pengganti Mullah Omar
BERITA UMRAH DAN HAJI
Nomor Layanan SMS Center Haji dan Umrah di Jeddah
ISLAM INDONESIA
GIDI Harus Dibubarkan
31 Juli 2015
GIDI Harus Dibubarkan
EKONOMI, BISNIS DAN KEUANGAN SYARIAH
Pemerintah Tentukan Sikap Soal BPJS Syariah Pekan Depan
BERITA INTERNASIONAL
Iran Bantah Tuduhan Teror Bahrain
ISLAM INDONESIA
Said Jamin Islam Nusantara Bukan Sekte Baru
BERITA INTERNASIONAL
Taliban Berkeras Pimpinannya Masih Hidup
ISLAM INDONESIA
Iran Tawarkan Kerja Sama Bahas Islam
BERITA INTERNASIONAL
Turki Tolak Seruan Damai dengan Kurdi
BERITA INTERNASIONAL
Parade Gay dan Lesbi Berdarah di Israel
BERITA INTERNASIONAL
Kuwait Klaim Ketahui Jaringan ISIS di Lima Negara Ini
EKONOMI, BISNIS DAN KEUANGAN SYARIAH
Dalil MUI Keluarkan Fatwa BPJS Haram
BERITA INTERNASIONAL
Gedung Putih: AS tak Akan Maafkan Edward Snowden
BERITA INTERNASIONAL
Sejak Konflik, 4.000 Warga Yaman Tewas
BERITA UMRAH DAN HAJI
Setoran Awal Haji Nasional Rp 76 Triliun
SEJARAH ISLAM DUNIA
10 Warisan Ilmuan Muslim yang Dilupakan Dunia
POPULER
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Cara Mengatasi Ujub
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
9 Nama Anak Cucu Setan beserta ‘Perannya’
ARTIKEL AL-QURAN
12 Adab Membaca Al Quran
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Ibadah Sekeping Dunia
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Syarat-syarat Agar Sedekah Tidak Sia-sia
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Pakai Pakaian Baru, Ada Adabnya
Taqarub kepada Allah dan Manusia Print E-mail
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH

Rasulullah SAW bersabda: Pada Hari Kiamat nanti Allah SWT akan menegur kita, ''Wahai anak cucu Adam, Aku sakit, mengapa engkau tak menjenguk-Ku?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah pun menjawabnya, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang sakit dan kamu tidak membesuknya.''

 

Dialog itu pun berlanjut. ''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta makan kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku makan?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu makan, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab lagi, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kelaparan dan kamu tidak memberinya makan.''

''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta minum kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku minum?'' Hamba bertanya lagi, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu minum, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kehausan dan kamu tidak memberinya minum.'' (HR Muslim)

Hadis ini sungguh mengesankan. Allah SWT mengajarkan pentingnya menjaga hablum minannas , hubungan horizontal antarmanusia. Islam menekankan keseimbangan, termasuk dalam ibadah yang selalu mengandung dua dimensi, yaitu vertikal (hablum minallah dan horizontal ( ablum minannas .

Mari kita perhatikan perintah shalat dalam Alquran. Perintah shalat hampir selalu dirangkai dengan perintah berzakat. ''Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk (QS Al-Baqarah [2]: 43). Kata ' amanu ' (beriman) juga selalu diikuti dengan perintah beramal shaleh, ' amilus sholihat '. Vertikal dan horizontal.

Surat Al-Ma'un (107: 1-3), lebih keras lagi. ''Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Yaitu, orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.'' Di sini, Allah SWT mengaitkan agama dengan aktivitas sosial.

Artinya, orang mukmin yang tidak peduli pada anak yatim dan fakir miskin, maka dia itu pengkhianat. Kategori orang mukmin sejati itu bukan saja terletak pada ketekunannya dalam ibadah, tetapi juga hubungan baiknya dengan manusia, bahkan dengan alam semesta; kita dilarang melakukan perusakan di bumi.

Jadi, Islam menolak pendekatan diri kepada Allah dengan cara menjauhkan diri dari kehidupan. Oleh karena itu, esoterisme itu tidak sepenuhnya didukung oleh Islam, demikian pula eksoterisme. Justru, sebagaimana hadis di awal, mendekatkan diri kepada sesama adalah media mendekatkan diri kepada Allah. Mari kita seimbangkan.

Redaksi - Reporter
Red: taqi / republika.co.id