FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
BERITA INTERNASIONAL
Suriah Beri Dukungan Militer kepada Kurdi di Kobane
BERITA INTERNASIONAL
Al Qaida Tewaskan 30 Gerilyawan Syiah di Yaman Tengah
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Padang Mahsyar, Bumi Lain di Akhir Zaman
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Ingatlah, Perbuatan Kita di Dunia Akan Dihisab
RUMAH TANGGA
Bertengkar dengan Suami?
22 Oktober 2014
Bertengkar dengan Suami?
DUNIA ISLAM
Yahudi Ajukan UU Pembagian Al-Aqsha
BERITA NASIONAL
Pertemuan Kerry-Jokowi Bahas ISIS?
BERITA NASIONAL
RI Terpilih Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB
BERITA INTERNASIONAL
Iran Bekuk Agen Asing di Lokasi Reaktor Nuklir
BERITA INTERNASIONAL
'Sampai Bendera Hitam Berkibar di Istana Buckingham'
BERITA INTERNASIONAL
ISIS Luncurkan Serangan ke Wilayah Kurdi di Irak
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Muharram (Suro), Bulan Yang Mulia
SEJARAH ISLAM DUNIA
Istana Golestan Jejak Imperium Persia Islam
ARTIKEL ISLAMI
Misrepresentasi Muslimah Dalam Wacana Feminis
MUALAF
Ustadz Datang, Sekampung Bersyahadat
BERITA INTERNASIONAL
Rusia Akan Selalu Dukung Pemerintah Irak dan Suriah
BERITA INTERNASIONAL
Iran Siap Kirim Senjata untuk Tentara Libanon
POPULER
ARTIKEL ISLAMI
Pemimpin Kafir
ARTIKEL ISLAMI
Tiga Tempat dalam Ikhlas
NABI MUHAMMAD SAW
Ambisi Utama Nabi Muhammad Saw
BERITA INTERNASIONAL
ISIS Masuk ke Makam Suleiman Turki
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Kemenangan Iblis
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Mengapa Kematian Dirahasiakan oleh Allah
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Rahasia Pembuka Rezeki
ARTIKEL ISLAMI
Tobat Terus Menerus
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
40 Hari Setelah Orang Meninggal
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Jangan Engkau Tukar Akhirat dengan Dunia
ARTIKEL ISLAMI
Menjadi Orang Bahagia
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Ciri-ciri Ahli Syukur
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Mereka yang Cinta Dunia
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Berkurban untuk Orang Tua Yang Sudah Meninggal
Taqarub kepada Allah dan Manusia Print E-mail
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH

Rasulullah SAW bersabda: Pada Hari Kiamat nanti Allah SWT akan menegur kita, ''Wahai anak cucu Adam, Aku sakit, mengapa engkau tak menjenguk-Ku?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah pun menjawabnya, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang sakit dan kamu tidak membesuknya.''

 

Dialog itu pun berlanjut. ''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta makan kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku makan?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu makan, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab lagi, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kelaparan dan kamu tidak memberinya makan.''

''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta minum kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku minum?'' Hamba bertanya lagi, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu minum, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kehausan dan kamu tidak memberinya minum.'' (HR Muslim)

Hadis ini sungguh mengesankan. Allah SWT mengajarkan pentingnya menjaga hablum minannas , hubungan horizontal antarmanusia. Islam menekankan keseimbangan, termasuk dalam ibadah yang selalu mengandung dua dimensi, yaitu vertikal (hablum minallah dan horizontal ( ablum minannas .

Mari kita perhatikan perintah shalat dalam Alquran. Perintah shalat hampir selalu dirangkai dengan perintah berzakat. ''Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk (QS Al-Baqarah [2]: 43). Kata ' amanu ' (beriman) juga selalu diikuti dengan perintah beramal shaleh, ' amilus sholihat '. Vertikal dan horizontal.

Surat Al-Ma'un (107: 1-3), lebih keras lagi. ''Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Yaitu, orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.'' Di sini, Allah SWT mengaitkan agama dengan aktivitas sosial.

Artinya, orang mukmin yang tidak peduli pada anak yatim dan fakir miskin, maka dia itu pengkhianat. Kategori orang mukmin sejati itu bukan saja terletak pada ketekunannya dalam ibadah, tetapi juga hubungan baiknya dengan manusia, bahkan dengan alam semesta; kita dilarang melakukan perusakan di bumi.

Jadi, Islam menolak pendekatan diri kepada Allah dengan cara menjauhkan diri dari kehidupan. Oleh karena itu, esoterisme itu tidak sepenuhnya didukung oleh Islam, demikian pula eksoterisme. Justru, sebagaimana hadis di awal, mendekatkan diri kepada sesama adalah media mendekatkan diri kepada Allah. Mari kita seimbangkan.

Redaksi - Reporter
Red: taqi / republika.co.id