FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Siapa Penghuni Surga Paling Akhir?
BERITA INTERNASIONAL
Korea Selatan Hapus Undang-Undang Perzinaan
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Diazab dalam Kubur
26 Februari 2015
Diazab dalam Kubur
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Kandungan dalam Kalimat “Allahu Akbar”
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
3 Pekerjaan yang Dilaknat Allah
KESEHATAN
Minyak Jagung Ampuh Turunkan Kolesterol
BERITA INTERNASIONAL
ISIS Culik 150 Warga Kristen Suriah
BERITA INTERNASIONAL
Pejabat Irak: Pesawat AS Terus Jatuhkan Senjata untuk ISIS
BERITA INTERNASIONAL
Kejahatan Transnasional: Daftar Negara yang Melegalkan Ganja
EKONOMI, BISNIS DAN KEUANGAN SYARIAH
Kadin Dorong Pengembangan Asuransi Mikro Syariah
BERITA INTERNASIONAL
Militer Mesir Tewaskan 38 Ekstremis di Sinai
BERITA INTERNASIONAL
Jumlah Korban Penculikan ISIS Terus Bertambah
BERITA INTERNASIONAL
Perseteruan AS-Israel Meruncing
BERITA NASIONAL
PBB: 80 Juta Anak Indonesia Mengalami Kekerasan
BERITA UMRAH DAN HAJI
Siasat Maksimalkan Kuota Haji Indonesia
ISLAM INDONESIA
Perkap Jilbab Polwan Harus Didukung
DUNIA ISLAM
Inggris Memiliki Partai Islam
BERITA INTERNASIONAL
Warga Australia Buat Poster Bernada Kritik Khusus Abbott
POPULER
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Malaikat Mencari Orang-Orang yang Berdzikir
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Dosa-dosa Pembawa Malapetaka
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Tempat Para Roh di Alam Barzakh
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Pengaruh Keshalihan Orang Tua Pada Anak-Cucu
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Gemar Menghujat, Ini Balasannya
Taqarub kepada Allah dan Manusia Print E-mail
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH

Rasulullah SAW bersabda: Pada Hari Kiamat nanti Allah SWT akan menegur kita, ''Wahai anak cucu Adam, Aku sakit, mengapa engkau tak menjenguk-Ku?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah pun menjawabnya, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang sakit dan kamu tidak membesuknya.''

 

Dialog itu pun berlanjut. ''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta makan kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku makan?'' Hamba bertanya, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu makan, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab lagi, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kelaparan dan kamu tidak memberinya makan.''

''Wahai anak cucu Adam, Aku meminta minum kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku minum?'' Hamba bertanya lagi, ''Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan memberi-Mu minum, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?'' Allah menjawab, ''Kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang kehausan dan kamu tidak memberinya minum.'' (HR Muslim)

Hadis ini sungguh mengesankan. Allah SWT mengajarkan pentingnya menjaga hablum minannas , hubungan horizontal antarmanusia. Islam menekankan keseimbangan, termasuk dalam ibadah yang selalu mengandung dua dimensi, yaitu vertikal (hablum minallah dan horizontal ( ablum minannas .

Mari kita perhatikan perintah shalat dalam Alquran. Perintah shalat hampir selalu dirangkai dengan perintah berzakat. ''Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk (QS Al-Baqarah [2]: 43). Kata ' amanu ' (beriman) juga selalu diikuti dengan perintah beramal shaleh, ' amilus sholihat '. Vertikal dan horizontal.

Surat Al-Ma'un (107: 1-3), lebih keras lagi. ''Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Yaitu, orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.'' Di sini, Allah SWT mengaitkan agama dengan aktivitas sosial.

Artinya, orang mukmin yang tidak peduli pada anak yatim dan fakir miskin, maka dia itu pengkhianat. Kategori orang mukmin sejati itu bukan saja terletak pada ketekunannya dalam ibadah, tetapi juga hubungan baiknya dengan manusia, bahkan dengan alam semesta; kita dilarang melakukan perusakan di bumi.

Jadi, Islam menolak pendekatan diri kepada Allah dengan cara menjauhkan diri dari kehidupan. Oleh karena itu, esoterisme itu tidak sepenuhnya didukung oleh Islam, demikian pula eksoterisme. Justru, sebagaimana hadis di awal, mendekatkan diri kepada sesama adalah media mendekatkan diri kepada Allah. Mari kita seimbangkan.

Redaksi - Reporter
Red: taqi / republika.co.id