Mengapa Kematian Dirahasiakan oleh Allah

Fiqhislam.com - Kematian pasti akan tiba pada setiap individu. Tapi, hanya satu yang kita tidak tahu, yakni kedatangannya. Setiap manusia pasti tidak akan bisa mengetahui kapan ajal akan menjemputnya. Hanya Allah sajalah yang tahu kapan waktu terakhir kita untuk hidup di dunia. Sehingga, menjadi rahasia Allah-lah kematian itu.

Mengapa Allah SWT merahasiakan kematian?
 
1. Supaya Manusia Tidak Cinta Dunia
 
Dunia ini hanya sebagai persinggahan sementara saja dan kehidupan abadi adalah dialam akhirat. Cinta dunia menyebabkan manusia menjadi lupa kehidupan abadinya di akhirat. Dengan mengambil hikmah dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu, bagaimana sebuah bangsa dihancurkan oleh azab Allah sebab karena cinta dunia yang berlebihan dan melupakan akhiratnya. Rasullullah SAW bersabda “Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir dan akhirat adalah surga bagi orang mukmin dan penjara bagi orang kafir.”
 
2. Supaya Manusia Menyegerakan Amal
 
Perbuatan baik selayaknya untuk segera dilakukan, jika ditunda maka ditakutkan akan menjadi fitnah dan tidak jadi dilakukan. Seperti sedekah, ketika sedang ada rezeki sebaiknya segerakan untuk menyedekahkan sebagian rezeki kita dan jika ditunda malah tidak jadi karena digunakan untuk kebutuhan lainnya. Dengan mengingat kematian yang bisa datang kapan saja manusia menjadi lebih ringan dan semangat untuk beramal.
 
3. Mencegah Perbuatan Maksiat
 
Dengan mengingat kematian manusia akan lebih berkonsentrasi pada kehidupan akhirat, apalagi kematian yang tidak tentu kapan dan dimana. Orang mukmin pasti takut jika kematian menjemputnya pada saat sedang bermaksiat, dengan begitu manusia akan menghindari perbuatan maksiat demi mendapatkan khusnul khotimah.
 
4. Agar Menjadi Manusia yang Cerdas

Manusia yang cerdas adalah manusia yang tahu bahwa kehidupan akhirat adalah kekal abadi dan pilihan surga adalah pilihan yang terbaik. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang cerdas adalah yang merendahkan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati. Sementara orang bodoh adalah orang yang mengikuti diri pada hawa nafsunya dan berharap kepada Allah dengan angan-angan kosong.”

yy/islampos/nabawia