Raksasa Teknologi China Terus Diusik Pemerintah AS


Fiqhislam.com - Walau sudah melakukan berbagai usaha pemblokiran, Amerika Serikat masih getol untuk semakin menyulitkan Huawei dan ZTE dalam menjalankan bisnis mereka di negeri Paman Sam tersebut.

Pemerintah AS tengah mempertimbangkan untuk mengeluarkan semacam Peraturan Presiden (PP) yang akan membatasi sejumlah perusahaan asal China untuk menjual peralatan telekomunikasi mereka di negeri Paman Sam. Huawei dan ZTE menjadi dua nama yang paling memungkinkan terkena dampak peraturan ini.

Kedua perusahaan sebelumnya memang sudah mendapat sejumlah hambatan dari pemerintah Amerika Serikat dalam menjalankan bisnisnya. Keamanan nasional menjadi pertimbangan utama dari negara yang dipimpin oleh Donald Trump tersebut.

Pada awal tahun ini, AT&T, salah satu operator yang beroperasi di negeri Paman Sam, telah mendapat tekanan agar memutus kontrak dengan Huawei untuk menjual smartphone miliknya. Dalam hal ini, ponsel tersebut dianggap berpotensi menjadi sarana untuk memata-matai masyarakat.

Kemudian bulan lalu, ZTE dijatuhi hukuman berupa pemblokiran kegiatan impor perusahaan tersebut dari perusahaan asal AS, baik langsung atau melalui negara lain, selama tujuh tahun. Hal ini membuat ZTE terancam tak dapat menggunakan prosesor dari Snapdragon hingga kehilangan lisensi Android.

Yang terbaru, Departemen Pertahanan Amerika Serikat telah berhenti menjual ponsel dan modem yang dibuat oleh Huawei dan ZTE di dalam toko resminya. Potensi ancaman terhadap keamanan nasional kembali menjadi alasannya.

Juru Bicara Pentagon, Dave Eastburn, mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan untuk menyingkirkan produk-produk tersebut di toko milik Departemen Pertahanan Amerika Serikat di berbagai basis militernya secara global. Ia mengaku bahwa permohonan itu sudah dilayangkan sejak akhir April lalu.

"Perangkat-perangat ini mungkin bisa menimbulkan risiko terhadap personel dan juga misi yang dijalankan," ujar Eastburn, sebagaimana detikINET kutip dari Reuters, Kamis (3/5/2018). [yy/inet.detik]

 

Tags: Huawei , ZTE