DPR Bentuk Panja Perlindungan Data


Fiqhislam.com - Komisi I DPR menyarankan untuk dibentuknya panitia kerja (Panja) yang berfokus kepada perlindungan data pelanggan seluler. Hal ini diputuskan setelah mereka melakukan rapat kerja dengan Kominfo dan operator.


Alasan utama dari pembentukan ini dikarenakan terkait isu kebocoran yang ramai dibicarakan masyatakat. Untuk menanggulangi kehebohan lebih lanjut, maka Panja diputuskan untuk dibentuk.

“Panja akan segera dibentuk minggu ini atau minggu depan sudah bisa dibentuk, karena hanya membutuhkan rapat internal Komisi 1 untuk membentuknya kemudian bisa langsung jalan,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid dalam rapat kerja yang dilakukan pada Senin (19/3/2018).

“Saya rasa masih ada waktu, (masa kerja) Panja itu bisa panjang bisa pendek, kami harapkan bisa 1-2 masa sidang selesai, bulan Mei atau Juni. Kami prediksi proses registrasi ini masih berjalan sampai Mei atau Juni," lanjutnya.

Meutya menjelaskan, Panja ini akan berasal dari setengah anggota Komsi I DPR. “Aturannya, setengah dari anggota Komisi I. Kan ada 51, jadinya Panja ini akan ada 25 atau 26 orang," katanya.

Di sisi lain, Anggota Komisi I DPR Roy Suryo mengatakan, panja tidak akan memperpanjang masa registrasi prabayar. Pembentukan ini hanya akan memastikan data pelanggan aman.

“Registrasi akan tetap dengan timeline mereka. Tujuannya sama, tetapi untuk memastikan output dari registrasi pelanggan, misalnya yang soal notifikasi dan rekonsiliasi data pelanggan," jelas  Roy.

Dia menambahkan, kehadiran Panja juga bisa dimaksudkan untuk menjawab apa yang selama ini dipertanyakan rakyat, yakni mengenai kebocoran data.

"Terus terang kami belum puas (dengan rapat kerja Komisi I DPR bersama Menkominfo dan operator telekomunikasi) tapi Pak Menteri bagus sekali, setuju ada Panja supaya lebih maksimal dalam rekonsiliasi data dan memastikan keamanan pelanggan," ujarnya.

Menkominfo Rudiantara pun memberikan pandangannya terhadap pembentukan Panja ini. Dia menjelaskan jika Panja berbeda urusan dengan urusan re-registrasi prabayar.

"Panja ini adalah upaya memperkuat perlidungan data pribadi, karena mau bagaimanapun, Panja untuk perlidungan data pribadi. Ini dua hal yang berbeda jadi jalannya paralel. Ini bukan hanya registrasi saja yang datanya harus dilindungi, juga proses lain masih banyak, karena data pelanggan macam-macam," tanggap Rudiantara.

Dianpun menambahkan jika Panja ini dibentuk karena UU mengenai perlindungan data pribadi, belum ada."Kalau sudah ada UU itu, nggak perlu lagi ada Panja," pungkasnya. [yy/okezone]