Fiqhislam.com - Sleep Apnea adalah gangguan yang menyebabkan seseorang kesulitan bernafas bahkan berhenti bernapas tiba-tiba saat tidur. Kondisi ini diketahui dapat meningkatkan tekanan darah tinggi, gagal jantung, stroke, dan kantuk di siang hari.

Gangguan Pernafasan Saat Tidur Picu Stroke Sebuah studi baru menunjukkan bahwa gangguan tidur seperti ini juga dihubungkan dengan lesi atau jaringan abnormal pada otak kecil. Gangguan pernafasan saat  tidur ini ternyata meningkatkan risiko stroke tanpa gejala atau yang dikenal sebagai silent stroke.

Peneliti dari Universitas Dresden menemukan bahwa terdapat 91 persen pasien yang  mengalami apnea tidur berisiko mengalami  peningkatan stroke diam. Temuan ini dipresentasikan pada Konferensi Internasional Asosiasi Stroke Amerika.

"Kami menemukan frekuensi sangat tinggi antara apnea saat tidur dengan stroke yang dan menggarisbawahinya sebagai faktor risiko stroke," kata seorang peneliti, Dr. Jessica Kepplinger.

Tak hanya itu, peneliti juga menemukan lima episode tidur apnea terkait stroke diam. Lebih dari sepertiga orang memiliki lesi otak kecil yang parah, dan lebih dari setengah orang yang mengalami stroke diam sudah pasti orang tersebut berada dalam kondisi tidur apnea.

Para peneliti melakukan pengujian dengan 56 orang dengan usia rata-rata 67 tahun. Pengujian ini dimaksudkan untuk menentukan stroke diam dan lesi otak. Seperti dikutip dari Huffingtonpost, antara 20-25 persen orang berusia 60 tahun atau lebih, akan lebih mudah mengalami stroke diam.

Stroke diam tidak memiliki gejala, artinya seseorang biasanya tidak mengetahui bahwa dia telah terserang hal tersebut. Penyakit stroke diam ini kerap dihubungkan dengan kehilangan memori, kesulitan dalam berjalan, dan masalah suasana hati.

"Stroke diam tidak memiliki gejala, yang berarti seseorang biasanya tidak tahu dia mengalaminya," ABC News melaporkan.
 
Stroke diam telah menjadi epidemi di AS, kata Dr Megan C. Leary. Meskipun tanpa gejala, kondisi ini bisa menumpuk selama bertahun-tahun.

vivanews.com