AS Tawarkan 1 Juta Dolar AS demi Info Putra Usamah Bin Laden


Fiqhislam.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menawarkan imbalan 1 juta dolar AS bagi siapa pun yang memiliki informasi tentang identifikasi dan keberadaan putra Usamah bin Laden, Hamza bin Ladin. Washington menilai Hamza bin Ladin adalah pemimpin kunci dalam kelompok Alqaidah.

Departemen Luar Negeri AS Hamza bin Ladin telah merilis sebuah video dan disebarkan melalui internet. "(Dia) menyerukan serangan terhadap Barat dan telah mengancam balas dendam atas pembunuhan ayahnya tahun 2011 oleh pasukan AS," katanya dikutip laman Anadolu Agency.

Pada 2017, mantan agen FBI yang menangani kasus Alqaidah, Ali Soufan mengatakan Hamza bin Ladin kemungkinan akan melakukan aksi balas dendam atas kematian ayahnya. Hal itu dia ketahui dari berkas-berkas dan surat yang disita FBI dari tempat persembunyian Usamah bin Ladin di Pakistan.

Soufan mengatakan, dalam sebuah surat yang ditemukan di tempat persembunyiaan tersebut, Hamzah bin Ladin telah menganggap dirinya sebagai seorang milisi. “Dia (Hamzah bin Ladin) berkata, saya menganggap diri saya ditempa dengan baja. Jalan jihad untuk kepentingan Tuhan adalah apa yang kita jalani,” ungkap Soufan.

Soufan mengungkapkan, Hamzah merupakan anak kecil yang biasa tampil di video propaganda Alqaidah sambil memegang pistol.

“Dia adalah anak yang menunjukkan kemampuan kepemimpinan sejak dini. Ia adalah anak poster untuk Alqaidah. Dan untuk anggota Alqaidah yang diindoktrinasi oleh video propaganda tersebut, akan menganggap dia (Hamzah) sangat berarti,” ujarnya.

Hamzah, kata Soufan, telah merekam empat pesan audio yang menyerukan serangan kepada Barat.  Selain balas dendam kepada Barat, terutama Amerika Serikat (AS), Hamzah juga bersumpah akan melanjutkan perjuangan Alqaidah. Hal itu ia utarakan dalam sebuah pidato berdurasi 21 menit yang diberi judul “We Are All Osama”.

Pada Januari 2017, Hamzah bin Ladin telah dilabeli sebagai teroris global. Namanya juga masuk dalam daftar hitam kontra-terorisme AS. [yy/republika]