Ada Ojek Jenazah di Afrika


Fiqhislam.com - Ojek merupkan angkutan yang tak asing lagi di masyarakat Indonesia. Demikian juga di negara lain, seperti di Afrika. Bedanya, jika ojek di Indonesia biasanya digunakan untuk mengantar penumpang, barang atau jasa pengiriman, sedangkan di Afrika, ada ojek yang diperuntukkan khusus untuk mengantar jenazah.

Di benua tersebut, trend ojek bukan lagi mengantar kita ‘yang masih hidup’ bepergian tapi juga bisa mengantar jenazah ke rumah peristirahatan. Mau tahu fakta di balik fenomena ojek jenazah ini selengkapnya, simak ulasan berikut ini:

1. Pertama kali booming di Kongo dengan sebutan Boda-boda

Mengantar jenazah dengan motor atau yang bisa kita sebut ‘ojek jenazah’ ini awalnya viral di media sosial, yaitu di laman akun Facebook PK Kasirim. Foto yang dibagikan tersebut memperlihatkan jenazah diboncengkan di sepeda motor dibalut kain warna hijau. Diketahui kejadian ini ternyata terjadi di Republik Kongo.

Di negara itu, angkutan jenazah dengan motor disebut boda-boda. Jenazah didudukkan seperti orang membonceng di belakang motor. Seluruh tubuh jenazah terbungkus rapat dengan kain kemudian diikat jadi satu dengan pengemudi supaya tidak jatuh.

Upah yang didapat dari seorang pengemudi ojek jenazah rupanya cukup menjanjikan. Walhasil, pekerjaan ini bisa eksis.

3. Banyak diminati karena lebih murah daripada sewa ambulans

Harga sewa mobil ambulans untuk mengantar jenazah terkadang membebani keluarga miskin di Afrika. Daripada harus membopong mayat pulang dengan tangan, ojek ini tentu bisa dijadikan pilihan. Yang jelas, harga ojek jenazah lebih terjangkau dibandingkan sewa mobil ambulans.

4. Bisa ditemukan di Vietnam dan Uganda

Sebelum ojek mayat di Kongo ini viral, praktik mengantar jenazah dengan motor ternyata juga terjadi di Uganda dan Vietnam. Meskipun banyak pertentangan terhadap ojek jenazah ini, tidak ada pilihan lain ketika orang berada dalam keterbatasan ekonomi. [yy/islampos]

 

Tags: Jenazah