Israel Bantah Mossad Membunuh Ulama Palestina di Malaysia


Fiqhislam.com - Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengatakan kepada media massa, Ahad, 22 April 2018, bahwa ilmuwan Palestina yang tewas ditembak di Malaysia adalah ahli roket, bukan orang suci. Dia membantah agen mata-mata Israel, Mossad, terlibat dalam pembunuhan ilmuwan tersebut.

Ulama yang juga seorang dosen teknik mesin, Fadi al-Batsh, tewas ditembak oleh dua orang pengendara sebuah sepeda motor dengan 10 luka tembakan pada Sabtu, 21 April 2018. Keterangan tersebut disampaikan Kepala Kepolisian Malaysia Mazlan Lazim, sebagaimana dikutip Middle East Monitor.

Menurut Hamas, kelompok militan Islam yang memerintah Jalur Gaza, salah satu anggota terbaiknya tewas dibunuh di Malaysia. Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, yakin Mossad berada di balik pembunuhan ilmuwan Palestina tersebut. "Serangan mematikan terhadap Al-Batsh menyusul serangkaian peristiwa sebelumnya yang dialami para tokoh Palestina," ucapnya.

Lieberman mengungkapkan, kematian Batsh sepertinya bagian dari perselisihan di internal Palestina. "Kami mendengar hal itu dari berbagai berita. Palestina selalu menyalahkan Israel jika ada peristiwa pembunuhan. Kami sudah terbiasa dengan tudingan itu," katanya kepada Radio Israel.

"Pria ini bukan orang suci dan dia tidak terlibat dengan pembangunan infrastruktur di Palestina, kecuali meningkatkan akurasi roket. Kami melihat ada perselisihan di internal Palestina dan itulah yang kami lihat," ujarnya.

Baca: Malaysia: Kematian Ulama Palestina Libatkan Agen Eropa

Sedangkan paman Al-Batsh mengatakan kepada kantor berita Reuters di Jalur Gaza, dia sangat yakin Mossad berada di balik pembunuhan keponakannya. Sebab Israel tahu rakyat Palestina akan dibebaskan oleh para ilmuwan.

Al-Batsh aktif dalam organisasi nonpemerintah pro-Palestina. Dia seorang ahli teknik mesin dan pembuatan roket. Selama aktivitasnya di Malaysia, dia menjadi dosen teknik listrik di Universiti Kuala Lumpur. [yy/tempo]


Ulama Palestina Tewas Ditembak di Malaysia Ahli Pembuat Roket


Ulama Palestina Tewas Ditembak di Malaysia Ahli Pembuat Roket


Fiqhislam.com - Ulama sekaligus pengajar berkebangsaan Palestina, Dr Fadi Muhammad al-Batsh yang tewas ditembak di Kuala Lumpur, Malaysia kemarin subuh, 21 April 2018 merupakan ahli menembak dengan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone dan pembuat roket.

Seorang warga Israel yang tidak menyebutkan identitasnya menjelaskan keahlian al-Batsh tersebut kepada Jerusalem Post, 21 April 2018.

Hal serupa disampaikan Deputi Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi tentang al-Batsh sebagai ahli membuat roket.

"Saya berduka atas peristiwa ini dan menurut informasi polisi, korban telah tinggai di sinini selama 10 tahun dan ahli di bidang rekayasa listrik dan membuat roket," kata Hamidi seperti dikutip dari New Straits Times.

Adapun Hamas dalam pernyataannya melalui Twitter yang dilaporkan Al Jazeera menyebut Batash sebagai ahli yang memberikan kontribusi luas pada sektor energi.

Situs resmi Palestina menyebut alBatsh merupakan keluarga pejabat senior dari gerakan Jihad Islam di wilayah Gaza.

Menurut Kepala kepolisian Malaysia, Datuk Seri Mansor Lazim, al-Batsh ditembak dua pria di area tempat tinggalnya di distrik Setapak saat akan pergi salat subuh, Sabtu, 21 April.

Al- Bats tewas dengan 10 tembakan di bagian badan dan kepalanya. Ayah al-Batsh, mengatakan Mossad berada di belakang kematian anak laki-lakinya. Ia meminta aparat Malaysia untuk segera menyelidiki kasus kematian anaknya secepat mungkin.

Mossad maupun pemerintah Israel bungkam atas tudingan tersebut. Kematian al-Bats telah menambah panjang daftar warga berpengaruh Palestina yang tewas ditembak.  [yy/tempo]