Arab Saudi Gelontor Rp 875 Triliun Bangun Hiburan Moderen


Fiqhislam.com - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengumumkan pada Kamis, 22 Februari 2018 akan menghabiskan miliaran dolar atau triliunan rupiah untuk membangun tempat hiburan baru seperti yang ada di dunia Barat.

Lama dikenal dengan adat istiadat ultra konservatif, kerajaan ini memulai program reformasi sosial dan ekonomi luas, yang digerakkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Pada konferensi pers yang mewah di Riyadh, Kepala Otoritas Hiburan Umum atau GEA, Ahmad bin Aqeel al-Khatib, mengatakan kerajaan akan menginvestasikan US$ 64 miliar atau Rp 875 triliun untuk pengembangan infrstruktur di sektor hiburannya dalam 10 tahun ke depan.

"Kami sudah membangun infrastruktur. Insya Allah, Anda akan melihat perubahan yang nyata pada tahun 2020," kata Khatib, seperti dilansir Channel News Asia pada Rabu, 23 Februari 2018. Berita ini juga dilansir Arab News dan Economic Times.

Khatib juga menambahkan ada lebih dari 5.000 pertunjukan hiburan dan budaya, yang beragam dan dirancang untuk menarik semua bagian masyarakat Arab Saudi, telah direncanakan akan digelar pada tahun ini.

Pertunjukan hiburan itu termasuk konser musik oleh musisi internasional, seperti Maroon 5, Andrea Bocelli dan Cirque du Soleil.

Rincian bagaimana uang itu akan dikeluarkan atau jadwal untuk program budaya juga diumumkan.

Namun, serangkaian acara dalam beberapa bulan terakhir termasuk konser musik, festival Comic-Con dan perayaan nasional yang akan memberikan warga dari berbagai gender menari di jalanan secara bersama serta pertunjukan musik elektronik untuk pertama kalinya belum dijadwalkan.

Pihak berwenang juga telah mengumumkan rencana untuk mencabut larangan menonton film di bioskop yang telah berlaku berpuluh tahun tahun ini. Ada sekitar 300 gedung bioskop diperkirakan akan dibuka secara bertahap hingga tahun 2030.

Keterbukaan baru diumumkan, yang mencakup rencana untuk mengizinkan perempuan mengemudi dari bulan Juni tahun ini, telah dipuji beberapa orang sebagai liberalisasi penting masyarakat Arab Saudi.

Reformasi ini merupakan bagian dari program ambisi "Visi 2030" Pangeran Mohammed, yang berusaha mendiversifikasi ekonomi Arab Saudi karena bangkit dari kemerosotan harga sumber daya energi. Sektor hiburan dipandang sebagai sumber potensial pertumbuhan utama.

Selama ini warga negara itu kerap berbelanja, menonton film dan liburan ke taman hiburan di pusat wisata negara tetangga sperti Dubai dan Bahrain, yang dapat diakses melalui jalan lintas darat.

Khatib bersumpah akan membalikkan tren itu. Dimana kini mulai terlihat dengan adanya peningkatan sekitar 10 persen warga Bahrain yang datang ke Arab Saudi untuk menghadiri acara dalam beberapa bulan terakhir.

Arab Saudi, yang merupakan eksportir minyak utama dunia, telah berjuang untuk mengatasi defisit anggaran yang terus berlanjut yang dimulai pada tahun 2014 ketika harga minyak mentah anjlok.

Kerajaan telah menggunakan sekitar US $ 250 miliar dari cadangan keuangannya dalam empat tahun terakhir.

Pihak berwenang juga menaikkan harga bahan bakar, memperkenalkan pajak pertambahan nilai dan mengurangi subsidi dalam upaya mengurangi biaya dan meningkatkan pendapatan non-minyak.

Pergeseran ini sangat menyulitkan bagi banyak orang Arab Saudi yang terbiasa dengan sistem kesejahteraan yang dermawan. [yy/tempo]

 

Tags: Arab Saudi , Saudi