Politisi Anti-Islam Belanda Bunuh Diri usai Klaim Diperkosa Geng Muslim?


Fiqhislam.com - Seorang anggota dewan kota di Den Haag, Belanda, dan anggota Partai Kebebasan yang terkenal anti-imigran tewas bunuh diri. Dia tewas dua hari setelah mengklaim telah diperkosa geng pria Muslim.

Klaim itu muncul dalam posting video di Facebook. Politisi perempuan bernama Willie Dille, 53, ditemukan tewas pada hari Rabu, dua hari setelah video pengakuan menjadi korban pemerkosaan diunggah di media sosial.

Dalam video itu, Dille mengaku diculik dan diperkosa oleh geng pria Muslim lebih dari setahun yang lalu.

Partai Kebebasan Belanda dipimpin oleh Geert Wilders yang dikenal anti-Muslim.

Bunuh diri Dille telah dikonfirmasi oleh pemimpin Partai Kebebasan di Den Haagm  Karen Gerbrands."Dille tidak bisa lagi menanggung apa yang telah terjadi padanya dan reaksi yang dia miliki," katanya.

Dalam videonya, Dille terlihat sedih dan melihat di sekelilingnya dengan gugup saat dia mulai berbicara. Dia mengaku baru-baru ini menerima ancaman pembunuhan. "Kami akan segera memotong tenggorokan Anda dan membiarkan Anda tewas kehabisan darah," kata Dille menirukan ancaman tersebut.

"Saya hanya ingin dunia tahu yang sebenarnya. 15 Maret 2017 saya diculik, diperkosa dan diserang oleh sekelompok Muslim karena mereka ingin saya tetap diam di dewan kota Den Haag," katanya di video tersebut.

Tanggal 15 Maret tahun lalu adalah hari pemilu parlemen. "Setelah itu terjadi, saya tidak memberi tahu siapa pun, saya hanya melakukan debat saya keesokan harinya," paparnya.

Dia juga mengaku meninggalkan politik karena dia takut bahwa seseorang akan menyakiti anak-anaknya. “Saya tidak bisa hidup dengan itu. Mereka sama sekali tidak suka wanita. Mereka sama sekali tidak menyukai saya,” katanya. "Itu sebabnya saya memutuskan untuk berhenti."

Video yang diunggah Dille di Facebook telah dihapus.

Kepolisian setempat mengatakan kepada media setempat bahwa Dille telah mendekati polisi untuk berbicara tentang serangan yang dia alami. Namun, dia tidak pernah melakukan laporan resmi.

"Kami telah memiliki beberapa kontak dengannya, termasuk baru-baru ini," kata juru bicara polisi Hilde Vijverberg kepada koran Belanda, Algemeen Dagbladm yang dikutip Sabtu (11/8/2018).

“Ada pembicaraan tentang perkosaan. Kami menawarkan bantuan dan mengatakan bahwa kami perlu keluhan resmi dan bukti nyata untuk memulai penyelidikan. Tetapi dia tidak mengajukan keluhan resmi dan kami tidak mendapatkan informasi konkret untuk memungkinkan kami meluncurkan penyelidikan. ”

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di Twitter, Wilders mengatakan dia terkejut oleh kematian Dille. Menurut Wiilders, Dille adalah sosok yang sangat dirindukan. [yy/sindonews]