Usman bin Affan “Dunia tak Akan Tinggalkan Orang yang Meninggalkannya”

Fiqhislam.com - Ingatlah kalian berada di tempat yang terus berubah. Manfaatkanlah sisa umur kalian dengan baik. Dan jangan lupa, kematian pasti datang menjemput pada waktu yang tak terduga.

Ketahuilah dunia ini dibentangkan penuh dengan tipuan. Allah berfirman, “Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.” (QS. Luqman: 33)

Belajarlah dari pengalaman generasi sebelum kalian. Bersungguh-sungguhlah dan jangan melupakan agar kalian tidak dilupakan. Di mana para penghuni dunia yang memakmurkan dan menikmatinya dalam waktu cukup panjang. Jauhilah dunia ini sebagaimana Allah telah menghamparkannya, dan carilah keuntungan akhirat. Allah telah membuat perumpamaan untuk itu Allah berfirman, “Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang kami turunkan dari langit, Maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, Kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS. Al-Kahfi: 45-46)

Ketahuilah, dunia itu hijau dan menyenangkan. Banyak orang yang condong kepadanya. Oleh sebab itu, jangan kalian tertipu dan terlalu percaya kepada dunia. Dunia itu tidak dapat dipercaya. Kalian harus tahu, dunia itu tidak akan meninggalkan orang yang meninggalkannya.

Sadarlah! Malaikat pencabut nyawa masih membiarkanmu. Ia masih mendahulukan orang lain. Sekarang, ia sudah mengarahkan langkahnya untuk mencabut nyawamu. Oleh karena itu, persiapkan dirimu untuk menghadapinya. Jangan lupa bahwa ia tidak mungkin lupa sedikit pun kepadamu".

Ketahuilah! Jika kamu lalai, belum menyiapkan bekal untuk menghadapinya, orang lain tidak mungkin menyiapkan bekalmu untuk menghadapinya. Ingat! Pertemuan dengan Allah pasti terjadi. Bersiaplah! Jangan serahkan urusanmu kepada orang lain. Semoga kamu selamat.

Bertakwalah kepada Allah. Bertakwa itu merupakan kemenangan. Orang yang paling pintar adalah yang meyiapkan diri untuk kehidupan setelah mati, berusaha mendapatkan cahaya Allah untuk menerangi gelapnya kubur. Hendaknya seseorang merasa takut dibangkitkan dalam keadaan buta.

Sudah cukup petuah orang-orang bijak. Ingatlah, orang yang bersama Allah, tidak mungkin merasakan takut. Sebaliknya, orang yang meniggalkan Allah, kepada siapa dia akan berharap”

yy/islampos.com