Batas Kehidupan yang Semakin Mendekat

Fiqhislam.com - Hidup di dunia hanya sebentar, Allah yang menciptakan kita, memilih kita menjadi manusia tidak menjadi hewan ataupun tumbuh-tumbuhan. Allah memberikan mata kepada kita sehingga bisa melihat indahnya alam, walaupun Allah Maha Tahu mata kita bergelimang maksiat, namun tetap diperlihara, dituntun agar bisa akrab dengan Al-Quran.

Alhamdulillah, kita diberikan telinga yang bisa mendengar dengan jelas, mendengar suara azan, mendengar bayi menangis. Allah memberikan kita telinga sehingga mendapatkan ilmu dengan mudah, padahal mudah bagi Allah untuk mengambil telinga kita ini, Allah Maha Tahu betapa kita sering gembira mendengar aib orang lain, sering dengki terhadap nikmat yang diberikan kepada orang lain. Mudah andaikata Allah menghendaki dunia ini menjadi sepi seketika, kalau telinga diambil tidak akan ada lagi suara azan, tidak ada kicau burung, atau tidak ada lagi tangisan bahi kita kelak.

Alhamdulillah, Allah memberikan kepada kita lidah yang bisa bersuara walaupun Allah tahu betapa banyak dusta yang pernah kita ucapan betapa banyak fitnah yang tersebar yang berasal dari mulut kita, berapa banyak hati orang tua kita terluka dengan kata-katan, Allah Maha Tahu perasaan yang tercabik-cabik karena lisan kita, Allah pun tahu persis orang-orang yang merasa terhina, teraniaya dengan ucapan kita, tapi Allah masih memberikan kesmpatan kita menyebut nama-Nya dituntun bisa istighfar, padahal mudah bagi Alllah untuk membuat mulut kita tak bersuara, dibuat penyakit di lidah ini, atau pita suara kita rusak.

Allah Maha Tahu apa yang dilakukan oleh tubuh kita ini, Allah Maha Menyaksikan zinah mata kita, zinah lisan kita, Allah Maha Tahu apa yang pernah kita sentuh dengan tangan ini, tidak ada yang tersembunyi, Allah Maha Tahu bagaimana kita ria dengan tubuh kita, memamerkan diri sehingga orang lain tergelincir, atau sering kita kecewa mengutuk tubuh kita sendiri.

Allah Maha tahu betapa kening ini, betapapun bersujud jarang ingat kepada Allah. Allah Maha Tahu sholat kita jarang khusu’, jarang sekali, tetapi tetap kita diperlihara… Subhanallah… Allah Maha Tahu siapapun yang pernah mendekat zina, tidak ada yang tersembunyi bagi Allah. Allah menutup segala- galanya , Allah Maha Tahu keadaan hati kita, yang petantang petenteng , sombong, merasa hebat, padahal yang kita sombongkan adalah titipan Allah, yang senang ria, begitupun para pendengki Allah Maha Tahu persis kegembiraaan kita melihat musibah yang menimpa kepada saudara sendiri, kebencian kita kepada saudara seiman, Allah Maha tahu kebusukan diri kita, yang dilanda asmara, menggadaikan kasih sayang Allah, tidak tahu rasa malu.

yy/islampos.com