Nasehat Bagi Pengikut Firaun

Fiqhislam.com - Janganlah sombong dengan kekayaan harta duniawiyang kita miliki saat ini dan tidak merasa gelisah karena kita belum atau tidak memilikinya.

Syekh Ali Thanthawi berkata bahwa orang dungu adalah orang yang merasa tenang hanya karena memiliki harta dunia dan meyakini bahwa harta yang dimilikinya adalah bersifat abadi tanpa menyadarai bahwa masa selalu berganti sebagaimana keadaan selalu berubah sementara perhitungan panjang menantinya di akhirat kelak.

Kalimat Syekh tersebut benar. Harta miliknya Qarun entah sudah dimiliki siapa saat ini. Keturunan keluarga dan kerabat Qarun pun tidak jelas bagaimana nasibnya saat ini. Begitu pula dengan kekuasaan dan kekayaan Namrudz, Fir'aun dan Abrahah. "Dunia berputar," demikian kata ahli bengkel roda. "Dunia itu licin dan mudah lepas menghilang," demikian kata ahli peternak belut. "Dunia itu memabukkan," demikian kata ahli racun dan alkohol.

Masihkah kita tidak percaya? Teruskan kesombongan itu, maka kita akan menjadi qarun dan Fir'aun berikutnya. Apakah kita yakin dan percaya? Jadilah pribadi yang tawadlu', rendah hati, berjiwa penolong. Titipkan harta kita kepada Allah, maka ia akan menjadi mulia dan abadi. [yy/inilah]