16 Safar 1441  |  Rabu 16 Oktober 2019

http://infobaru.wirelessphonecell.com/wp-content/uploads/2010/07/evolusi-manusia-300x225.jpgSebuah jajak pendapat Gallup terbaru yang dirilis 17 Desember lalu, mengungkapkan bahwa 40 persen orang Amerika masih percaya bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan dalam 10.000 tahun terakhir. Angka ini sedikit turun dari sebelumnya yang mencapai 47 persen pada tahun 1993 dan 1999.

38 persen responden lain percaya bahwa manusia telah berevolusi dari organisme dasar tetapi dengan Tuhan memainkan peran dalam proses.

Hanya 16 persen responden ditempatkan dengan kepercayaan dari "evolusi sekuler": bahwa manusia telah berevolusi tanpa bimbingan ilahi. Namun, jumlah ini hampir dua kali lipat dari sembilan persen responden dalam jajak pendapat dari 1982.

Jajak pendapat juga mengungkapkan bahwa keyakinan dalam penciptaan dan evolusi berkaitan erat dengan tingkat pendidikan. Bila hasil dipersempit bagi mereka dengan gelar perguruan tinggi, hanya 37 persen responden mempertahankan kepercayaan dalam penciptaan. Sementara itu, keyakinan pada evolusi tanpa bantuan Tuhan naik menjadi 21 persen.

Sehubungan dengan afiliasi politik, mayoritas Partai Republik (52 persen) memiliki keyakinan kreasionis. Hal ini dibandingkan dengan hanya 34 persen di antara Demokrat dan Independen.

Pandangan tentang asal-usul manusia bervariasi berdasarkan kehadiran mereka di gereja. Dari mereka yang hadir di gereja setiap minggu, 60 persen percaya pada penciptaan, sementara 2 persen hanya meyakini "evolusi sekuler".

Jumlah ini membalik antara mereka yang jarang atau tidak pernah menghadiri pelayanan keagamaan. Dalam kelompok ini, hanya 24 persen percaya pada penciptaan sementara 39 persen percaya pada evolusi tanpa bimbingan ilahi. Ini merupakan satu-satunya subset data yang dilaporkan di mana "evolusi sekuler" mengalahkan teoari penciptaan.

fq/huffpost/eramuslim.com

2007 ~ 2019  |  Copyright  Fiqhislam.com  |  Design by JoomlaShine