16 Safar 1441  |  Rabu 16 Oktober 2019

Kembali Langgar Wilayah Turki, Rusia Mendapat PeringatanFiqhislam.com - Turki memperingatkan pada Sabtu (30/1), bahwa Rusia akan mendapat konsekuensi setelah pesawat jet SU-34nya diduga kembali melanggar wilayah udara Turki. Namun Rusia membantah tuduhan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa mereka telah memanggil Duta Besar Rusia pada Jumat (29/1) malam. Mereka mengatakan pelanggaran merupakan tanda bahwa Rusia ingin menambah masalah antara kedua negara.

"Kami memperingatkan dengan jelas pada Rusia untuk tak melanggar wilayah udara Turki yang juga merupakan wilayah udara NATO," kata pernyataan itu.

Mereka menekankan sekali lagi akan ada konsekuensi yang tak diinginkan dari sikap yang disebut tak bertanggung jawab ini.

Juru bicara Departemen Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov menyangkal tuduhan tersebut. Ia mengatakan tuduhan itu 'murni propaganda'.

Konashenkov mengatakan instalasi radar Turki tak mampu mengidintifikasi sebuah pesawat tertentu atau jenisnya atau kewarganegaraannya dan tak ada peringatan verbal dikeluarkan baik dalam bahasa Inggris maupun Rusia," ujarnya.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan pelanggaran terjadi. Ia mendesak Rusia untuk "mengambil semua tindakan yang diperlukan" untuk memastikan wilayah udara NATO udara tidak dilanggar lagi.

"Peristiwa-peristiwa sebelumnya telah menunjukkan betapa berbahayanya perilaku seperti itu," kata pernyataan itu dilansir Reuters.

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan ia ingin bertemu rekan Rusia Vladimir Putin setelah kejadian ini.

"Saya memberitahu Kementerian luar negeri kami untuk menyampaikan keinginan saya bertemu Putin secara pribadi. Belum ada jawaban," kata Erdogan kepada wartawan di Bandara sebelum berangkat untuk berkunjung ke Amerika Latin.

Kejadian serupa pernah menimpa Rusia-Turki pada bulan November hingga membuat hubungan kedua negara menegang. Rusia merespon dengan menjatuhkan sanksi ekonomi yang memukul pendapatan ekspor dan pariwisata Turki. [yy/republika]

Rusia: Tidak Ada Pelanggaran, Pernyataan Turki Bukti Propaganda

Turki dikabarkan berang akibat pesawat tempur Rusia kembali melanggar wilayah udara mereka. Presiden Recep Tayyip Erdogan pun memperingatkan Negeri Beruang Merah untuk menanggung akibatnya jika pelanggaran dilakukan terus-menerus.

Namun, Moskow menolak tuduhan Ankara bahwa pesawat Su-34 milik mereka melanggar kedaulatan udara Turki. Kementerian Pertahanan Rusia menuding Turki seharusnya tidak dapat mengidentifikasi kepemilikan jet tempur itu dengan alat-alat yang mereka punya.

“Tidak ada pelanggaran di wilayah udara Turki oleh pesawat tempur Rusia yang berperang di Suriah. Pernyataan Turki itu adalah bukti propaganda,” ujar juru bicara Kemenhan Rusia Igor Konashenkov, dilansir Russia Today, Minggu (31/1/2016).

Konashenkov mengklaim bahwa radar di stasiun kendali milik Turki hanya dapat mengungkapkan ketinggian, jalur terbang, dan kecepatan sebuah pesawat. Menurutnya, afiliasi pesawat hanya dapat dilihat dari adanya kontak dengan pesawat lain. Saat itu, tidak terjadi kontak dengan pesawat mana pun.

Pria berpangkat Mayor Jenderal itu juga menolak klaim bahwa pilot pesawat sudah diperingatkan sebelumnya dalam bahasa Inggris dan Rusia. Konashenkov menyebut itu sebagai sebuah karangan oleh ahli propaganda yang terlalu banyak menonton film laga Hollywood.

Konashenkov menyatakan sistem pertahanan udara Rusia di Suriah dan juga radar stasiun kendali Suriah tidak menemukan adanya pelanggaran di wilayah perbatasan dengan Turki. [yy/okezone]

 

2007 ~ 2019  |  Copyright  Fiqhislam.com  |  Design by JoomlaShine