16 Safar 1441  |  Rabu 16 Oktober 2019

Saudi Siap Tempur Darat di Suriah, AS Sambut Hangat

Fiqhislam.com - Amerika Serikat (AS) menyambut hangat tawaran Arab Saudi yang siap mengerahkan pasukan daratnya di Suriah.  Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengatakan peningkatan aktivitas dari negara sekutu lain akan membuat semuanya lebih mudah bagi AS dalam memerangi ISIS. "Berita itu sangat disambut," kata dia pada reporter.

Carter menambahkan, ia akan membahas soal tawaran pasukan darat ini dengan menteri pertahanan Saudi di Brussels, pekan depan. Menurutnya, Pemerintah Saudi telah telah menunjukkan rasa kepeduliannya untuk berbuat lebih dalam memerangi ISIS yang menguasai wilayah cukup luas di Suriah dan Irak.

Sebelumnya Juru bicara militer Saudi mengatakan pasukan Saudi telah menyasar ISIS dengan serangan udara sejak kampanye September 2014.  "Hari ini, Kerajaan Saudi mengumumkan kesiapannya untuk berpartisipasi di darat dengan koalisi pimpinan AS," kata Birgadir Jenderal Ahmed Assiri pada Aljazirah.

Menurutnya, kesiapannya itu berkat pengalaman di Yaman. Jenderal Ahmed Assiri mengatakan serangan udara tidak akan cukup sehingga operasi darat diperlukan. "Kita butuh kombinasi keduanya untuk mencapai hasil yang lebih baik di darat," kata dia.

Tentara Saudi Bisa Perang dengan Iran di Suriah?

Arab Saudi telah memberi lampu hijau untuk mengirimkan tentaranya ke Suriah. Mereka bersedia menerjunkan pasukan melawan pemberontak ISIS menyusul keberhasilan di Yaman.

Namun kehadiran Saudi di Suriah akan mendapat tantangan tidak mudah. Pasalnya, tentara Saudi bisa bentrok dengan ribuan milisi yang didukung langsung oleh Iran.

Teheran sejak 2011 menerjunkan komandan dan tentara elite dari Garda Revolusi di Suriah. Mereka dikerahkan untuk membela Presiden Bashar al-Assad. Adapun Saudi secara tegas mendesak Assad mundur. Riyadh juga telah lama mendukung oposisi antipemerintah. Karena itu, keterlibatan Saudi dalam pertempuran darat bisa semakin memperumit rencana perdamaian yang digagas oleh negara Barat.

"Kerajaan sangat siap untuk berpartisipasi dalam serangan darat operasi koalisi anti-ISIS di Suriah," ujar juru bicara Kemenhan Brigadir Jenderal Ahmed al-Asiri dalam wawancara dengan Al-Arabiya TV.
 
Asiri menambahkan kemajuan mereka melawan pasukan Houthi di Yaman membuka peluang Saudi untuk menempatkan tentara di Suriah. Keputusan itu kemungkinan akan diambil dalam pertemuan NATO di Brussels pekan delan.  "Ada frustasi dalam memerangi Daesh (ISIS)," ujar analis Saudi Mohammed Alyahya.

AS yang memiliki kepentingan mendepak Assad menyambut hangat keinginan Saudi. [yy/republika]

2007 ~ 2019  |  Copyright  Fiqhislam.com  |  Design by JoomlaShine