16 Safar 1441  |  Rabu 16 Oktober 2019

Israel Akui Aksi Membanjiri Terowongan Gaza yang Dilakukan Mesir Atas PermintaannyaFiqhislam.com - Menteri Energi dan Infrastruktur Israel Yuval Steinitz mengatakan, Yuval Steinitz mengatakan bahwa kebijakan baru Mesir dengan membanjiri terowongan-terowongan yang terletak diantara Gaza dan Semenanjung Sinai dengan air laut terjadi atas permintaan Israel.

“Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi membanjiri terowongan yang berada di perbatasan negaranya dengan Gaza berdasarkan permintaan dari Israel,” kata Steinitz ketika menghadiri sebuah seminar pada Sabtu di Kota Beer Sheva bagian selatan, seperti dilaporkan Radio Israel.

Ia juga mengatakan, kerjasama antara Mesir dan negara Yahudi ‘lebih baik dari yang pernah terjadi sebelumnya’,  demikian dikutip laman middleeastmonitor.com, Ahad (07/02/2016).

“Koordinasi keamanan antara dua negara [Israel dan Mesir] lebih baik dari pada yang pernah terjadi,” menteri itu mengatakan pada seminar, yang pesertanya mendiskusikan hubungan antara dua negara bertetangga itu.

Dalam bulan-bulan ini, pasukan Mesir telah mulai membanjiri jaringan terowongan lintas perbatasan yang menghubungkan semenanjung Sinai di Mesir dan Gaza dengan air laut.

Diberlakukannya blokade sepanjang tahun oleh Israel dan Mesir, memaksa Hamas bergantung pada jaringan terowongan untuk memasukkan kebutuhan sehari-hari, termasuk makanan, bahan bakar dan obat-obatan.

Steinitz secara khusus memiliki hubungan dekat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Israel Meradang Kerjasamanya dengan Mesir Bocor di Pers

Dinas militer-keamanan rezim Zionis Israel marah karena kerja samanya dengan Mesir dalam proses perusakan terowongan-terowongan gerakan perlawanan Palestina di perbatasan Jalur Gaza, terbongkar.

Surat kabar Israel, Jerusalem Post hari Ahad (07/02/2016) melaporkan, dinas militer-keamanan Israel mengaku marah dengan langkah Yuval Steinitz, Menteri Energi dan Infrastruktur Israel yang membocorkan permintaan Tel Aviv kepada Mesir untuk merusak terorongan kelompok pejuang.

Terowongan-terowongan gerakan perlawanan Palestina di Jalur Gaza itu dirusak dengan carai membanjiri air Laut Mediterania. 

Penjajah Israel memberlakukan pembatasan super ketat bagi para wartawan Israel untuk meliput berita seputar hubungan Tel Aviv-Kairo.

Kerja sama Israel-Mesir juga menuai protes keras dari masyarakat Mesir sendiri. Sementara itu, pemerintah Kairo mengaku tidak senang hubungannya dengan Tel Aviv terbongkar.

Yuval Steinitz, Sabtu lalu mengatakan, Mesir atas permintaan Israel, merusak terowongan-terowongan gerakan perlawanan Palestina di Gaza dengan air Laut Mediterania.

Sebagaimana diketahui, diberlakukannya blokade sepanjang tahun oleh Israel dan Mesir, memaksa Hamas bergantung pada jaringan terowongan untuk memasukkan kebutuhan sehari-hari, termasuk makanan, bahan bakar dan obat-obatan. [yy/hidayatullah]

2007 ~ 2019  |  Copyright  Fiqhislam.com  |  Design by JoomlaShine