20 Safar 1441  |  Minggu 20 Oktober 2019

Sejak meletus intifadhah al-Quds awal Oktober 2015 lalu penjajah Zionis meningkatkan intensitas perintah penahanan administratif dan perpanjangan penahanan pada orang-orang Palestina. Badan Urusan Tawanan Palestina menyatakan bahwa jumlah tahanan tanpa tuduhan dan proses hukum, yang berada di tahahanan pemerintahan Israel berjumlah ratusan orang.

Selama empat bulan terakhir, penjajah Zionis telah mengeluarkan 450 keputusan penahanan administratif baru. Termasuk dua orang wanita dan 9 anak di bawah umur.

“Penahanan administratif adalah kebijakan tetap Israel untuk memasukkan sebanyak mungkin orang Palestina mendekam di penjara. Ini merupakan pelanggaran pada kaedah hukum internasional dan perjanjian Jenewa yang membatasi penahanan administratif sebagai masalah sangat darurat dan pengecualian. Sementara itu penjajah Zionis menjadikannya sebagai prinsip dasar penahanan.” Jelas Badan Urusan Tawanan Palestina seperti yang dikutip Info Palestina, Senin (8/2).

Disebutkan bahwa lebih dari 75% tahanan administratif, diperjanjang penahanan oleh penjajah Zionis lebih dari sekali selama 6 bulan, berdasarkan “dokumen rahasia”, yang mana tawanan dan pengacaranya tidak bisa melihatnya.

Berdasarkan data Badan Tawanan Palestina, sebanyak 25 ribu perintah penahanan administratif telah dikeluarkan atas tawanan Palestina sejak tahun 2000. [yy/muslimdaily]

 

Tags: Israel , Palestina
2007 ~ 2019  |  Copyright  Fiqhislam.com  |  Design by JoomlaShine