16 Safar 1441  |  Rabu 16 Oktober 2019

Raja Saudi: “Jangan Campuri Urusan Kami”

Fiqhislam.com - Raja Arab Saudi Salman menyerukan negara lain tidak mencampuri urusan dalam negeri mereka. Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan antara Saudi dan Iran di kawasan.

"Hak kami untuk mempertahankan diri, tanpa mencapurkan urusan negara lain. Kami menyerukan negara lain untuk tidak mencampuri urusan kami," kata Salman dalam pidato pembukaan festival Janadriya di Riyadh, seperti diberitakan Reuters yang mengutip kantor berita SPA.

Salman tidak mengelaborasi negara mana yang dimaksud. Namun Reuters menduga pernyataan itu ditujukan untuk Iran yang dianggap telah memicu ketidakstabilan di kawasan dan menyebar konflik sektarian dengan membantu militan Syiah di Suriah, Lebanon, Irak dan Yaman.

Iran juga dituduh mendorong pemberontakan di Bahrain dan Arab Saudi.

"Kami bekerja sama dengan saudara-saudara Arab dan Muslim kami di semua wilayah untuk mempertahankan tanah kami dan memastikan kemerdekaan serta sistem pemerintahan," ujar Raja Salman.

Raja Salman berkuasa setelah kematian Raja Abdullah wafat tahun lalu. Di bawah kekuasaannya, Saudi berperan aktif dalam membentuk koalisi negara Arab dalam melancarkan aksi militer ke Yaman setelah pemerintahannya digulingkan oleh pemberontak Houthi yang didukung Iran.

Saudi bersama koalisi negara-negara Arab lainnya juga gencar melakukan serangan ke Suriah dan Irak untuk memerangi Islamic State (IS). [yy/atjehcyber]

2007 ~ 2019  |  Copyright  Fiqhislam.com  |  Design by JoomlaShine